Lagi-Lagi, Lion Air Berulah, Penumpang Terlantar Tanpa Alasan

53
Penulis
Editor: Adrian Ramos
Penumpang Lion Air mengamuk di Bandara Ngurah Rai
Share :

DENPASAR-Maskapai penerbangan Lion Air kembali berulah. Sekitar ratusan lebih penumpang jurusan Denpasar-Jakarta ditelantarkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar sekira 3-4 jam lamanya dengan alasan tak jelas. Alhasil, para penumpang pun ngamuk di bandara.
Hal ini dibenarkan seorang penumpang bernama Sisilia Jemana lewat akun facebooknya Sisilia Jemana Sabtu (15/7).

“Tercantum di tiket take off pukul 23:00 WITA. Namun tanpa sebab musabab keberangkatan ditunda. Lama menunggu, ditanyakan lagi alasannya tetap tidak jelas, katanya nanti disampaikan,” ujarnya.

Lantaran tidak ada kepastian soal jam keberangkatan, adu argumentasi antara pihak Lion Air dengan beberapa penumpang tidak terelakan.

Sayangnya, para petugas Lion Air ini tidak dapat memberikan solusi. Sebab, setiap pertanyaan selalu dijawab “menunggu konfirmasi atasan’.

Jawaban petugas Lion Air yang terkesan tidak bertanggungjawab ini memancing emosi penumpang lainnya.

Teriakan para penumpang memaksa petugas Lior Air kalang kabut. Apalagi, para penumpang yang telah ditunda penerbangan berkali-kali ini tetap keukeh harus diberangkatkan.

Hinga akhirnya, para penumpang ini diberangkatkan pukul 01.00 WITA dinihari.

Rupanya penderitaan Sisila tidak berhenti disitu. Sesampainya di Jakarta, dia harus menunggu bagasi sekitar 1 jam lamanya. “Dan sekarang, sudah satu jam, namun barang bagasi kami, penumpang maskapai ‘singa airlines’ ini belum juga nongol satupun. Lalu salah seorang penumpang wanita marah-marah, ngamuk-ngamuk sama petugas bandara,” tuturnya.

Berikut curhat lengkap yang dikutip dari akun facebook Sisilia Jemana.

Hari yang luar biasa melelahkan. Pagi tadi saya (lebih tepatnya) ditinggal pesawat. Pelayanan bandara yang merangkak menyebut dirinya the international airport di kabupaten lizard leletnya setengah mampus. Petugas counter yang lelet sekaligus amat sangat tidak informatif (ditanya gak jawab, ditanya kasih informasi gak jelas) dan hobby ngobrol satu sama lain di tengah hectic hours, belum ditambah pelayanan costumer servicenya yang tidak punya jiwa servant sama sekali bikin saya pagi-pagi sudah naik darah, ngamuk-ngamuk, marah-marah dengan suara kencang di bandara.

Persetan mau dibilang sinting yang sinting!! Terpaksa membeli tiket penerbangan maskapai lain agar bisa mengejar penerbangan lanjutan menuju Jakarta yang untungnya bisa masih bisa digeser jadwalnya (setelah bertemu manager maskapainya).

Sekarang, setelah lama menunggu di bandara transit di Denpasar, penerbangan lanjutan saya yang seharusnya tengah malam pukul 11.50pm tidak ada kabar sama sekali.

Sampai pukul 12am baru ada kabar bahwa penerbangan didelay hingga pukul 2am dan ternyata jadwal nomor penerbangan sebelum jadwal penerbangan saya yang seharusnya pukul 10pm di delay hingga pukul 1am.

Pada ngamuk deh penumpang, sementara sang manager maskapai gak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Tapi, beginilah kisah para penumpang dengan maskapai raksasa ‘singa’ airlines ini.

Sudah jadi cerita lama yang pahit tapi tetap bikin ketagihan. Raksasa pemonopoli langit Indonesia hingga ke pelosok…..! Si burung besi bisa datang lebih awal, berangkat lebih awal. Lalu seperti dinihari ini.

Mau datang kapan aja ya penumpang silahkan tunggu. Ya….suka-sukanya dia aja…

Oya, dan mereka itu hobbi sekali menyalahkan system ketika sudah kena omelan penumpang. Dan hebatnya, system mereka yang eror tapi penumpang yang dirugikan.

Trus, mereka nyiapin nasi kotak banyak bangat buat penumpang terdelay. Emangnya kita demonstran 212?? Ditanya pesawatnya mana? Malah dikasih nasi kotak!!!–

Dan sekarang, sudah satu jam, namun barang bagasi kami, penumpang maskapai ‘singa airlines’ ini belum juga nongol satupun… Lalu salah seorang penumpang wanita marah-marah, ngamuk-ngamuk sama petugas bandara…..

Ah…. Saya diam aja mainin ponsel. Udah capek marah-marah kemarin pagi di bandara lokal. Gak kebayang perjalanan Labuan Bajo – Jakarta sampai memakan waktu 2 hari tanpa nginap dan istirahat.

Komentar