Lando-Noa, Dulu dan Kini, Siapa Sesungguhnya Yang Berbohong ?

862
Penulis: Frans Gulat
Editor: Alex
Share :

LABUAN BAJO-Persoalan seputar ruas Jalan Lando-Noa menyita energi positif masyarakat Manggarai Barat. Debat kusir yang tak berkesudahan membelah masyarakat menjadi dua kubu, pro dan kontra, meski terdapat sebagian pendebat yang tidak mengetahui bahkan tidak melihat secara fisik kondisi ruas jalan itu, termasuk posisi ruas Jalan Lando-Noa tersebut.

Bahkan, tidak banyak yang tahu, dibalik berita soal ruas Jalan Kondo-Noa itu sesungguhnya terselip sebuah cerita bohong yang sistematis.

Liputan khusus padarnews.com ini sekedar melihat dari perspektif lain, terkait fakta yang terjadi sebenarnya. Penilain obyektif tergantung pembaca.

Tulisan wartawan padarnews.com, Frans Gulat ini akan disajikan secara bersambung. Berikut tulisan pertama dari 4 seri liputan wartawan padarnews.com.

Pada bagian pertama tulisan ini, padarnews.com akan mengangkat siapa sesungguhnya yang berbohong dalam heboh drama Lando-Noa. Sebab, pemberitaan heboh soal Lando-Noa terlalu bombastis bahkan mengaburkan fakta yang sesungguhnya terjadi. Apalagi belakangan terkuak, kasus ini sengaja dipelintir demi politik pilkada Manggarai Barat. Dalang dibalik kasus ini diduga kompetitor bupati petahana di pilkada Manggarai Barat waktu itu.

Nuansa politik kepentingan pilkada dalam kasus Lando-Noa ini justru terungkap dari pengakuan seorang wartawan yang pertama kali memblow-up kasus ini. “Eh om, om punya kerja baik sekali. Baik sekali. Kita numpang berita di situ. Jangan takut, kami akan yang buat berita,” ujar sang wartawan saat bertemu pemilik PT Sinar Lembor Indah waktu itu.

Guna memperuat tulisan, padarnews.com juga menyertakan sejumlah photo gambaran Lando-Noa saat ini.

Berbicara mengenai pekerjaan Jalan Ruas Kondo-Noa (bukan Lando-Noa) selalu menarik untuk dikupas. Pekerjaan dan ruas jalan ini telah menjadi trending topik skala lokal Manggarai Barat, bukan saja karena lengkingan teriakan sengsara para pengguna jalan ini dulunya, tetapi juga karena jalan yang kemudian dikerjakan dengan pola Penunjukan Langsung (PL) ini pun telah memakan banyak korban.

Seperti dilansir dalam berita pertama padarnews.com tentang Ceritera Terkini Lando-Noa versi Aleks Tunggal (Pemilik PT Sinar Lembor Indah) dan Yosefina Noni (45) isteri Marsel Endo (45) asal Kampung Mengga, wartawan padarnews.com pun coba memberitakan kasus ini secara proporsional dengan menyakikan sejumlah fakta, berupa foto – foto valid, obyektif dari lokasi serta dari sumber terpercaya.

Selain foto diambil pada saat pertengahan Bulan Juni 2017 yang lalu agar benar-benar up date, padarnews.com juga mendokumentasikan secara ekslusif kondisi ruas Jalan Lando-Noa.

Dengan harapan, masyarakat dengan bijak menyikapi apa sesungguhnya yang terjadi berdasarkan foto-foto ini . Hal ini penting agar publik menilai, siapa yang berbohong dalam kasus ini.

Selain itu, photo-photo yang disajikan ini juga untuk mengetahui sekelumit kisah sengsara para penumpang, para sopir terutama para konjak/kondektur yang bertahun-tahun mengarungi gelap dan berlumpurnya jalan ini.

Atas dasar kondisi ruas Jalan Lando-Noa waktu itu yang sangat memprihatinkan, kemudian di Tahun 2014, Pemda Manggarai Barat meminta bantuan PT Sinar Lembor Indah untuk mengerjakan jalan tersebut dengan mekanisme PL. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 sebagai perubahan Kedua Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

 

Berikut ini adalah foto – foto Lando Noa sejak kondisi 0%, pelaksanaan pekerjaan, 100% dan kondisi setelah 3 (tiga) tahun, yaitu :

I. Foto awal 0%

II. Foto Pelaksanaan Pekerjaan

III. Foto 100% (PHO)

IV. Foto per Juni 2017 (setelah 3 tahun)

Deskripsi Pengerjaan Jalan Paket Lando – Noa ini yaitu :

1.Pekerjaan Utama berupa pengerjaan Lapen dengan ukuran sesuai kontrak panjang 3.820 m, Lebar 3,50; realitas pengerjaan oleh PT Sinar Lembor Indah adalah panjang 3.900,50 meter, Lebar 3,50 m.  Selisih lebih panjang 80,50 meter.

2.Rabat Beton Bertulang (volume beton K250) di badan jalan sepanjang 42 meter di titik I + 238 sampai dengan I+280; di bawah pekerjaan Rabat Beton Bertulang dilakukan pekerjaan timbunan pilihan yang dipadatkan dan disusun tellford, sementara di atas Rabat Beton Bertulang dilakukan pengerjaan Pengaspalan.

3.Pembangunan deuker sebanyak 6 (enam) buah yang terletak masing – masing di depan SMPN 03 Macang Pacar, di Wae Lekon, di titik 0+373, di titik 0+528, di titik 0+652 dan di titik 0+801.

4.Pengerjaan tembok penahan tebing di area Watu Keot karena kontur tanah yang sangat labil dan saluran drainase sepanjang kiri kanan jalan (di lokasi yang rawan longsor).

Catatan : setelah 3 (tiga) tahun pekerjaan jalan ini atau sejak 2014 sampai saat ini 2017, kondisi jalan masih dalam kondisi layak pakai.

Komentar