Presiden: Berbahaya Sekali Pemimpin Yang Tak Sadar Akan Perubahan

oleh -21 views
Presiden Jokowi saat hadir pada penutupan Rakernas XII APEKSI Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7).
Share :

MALANG-Presiden Joko Widodo mengingatkan perubahan di dunia global saat ini berlangsung sangat cepat sekali. Karena itu, Presiden meminta agar jangan sampai ada pemimpin yang tidak sadar mengenai perubahan yang sangat cepat ini.

“Berbahaya sekali pemimpin-pemimpin kita dari pusat sampai ke daerah tidak menyadari ini (perubahan yang cepat_red). Mereka akan tergilas oleh waktu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7).

Presiden memberi contoh begitu cepatnya perubahan yang terjadi di dunia saat ini. “Dulu kita baru berbicara masalah internet, belum rampung belajar, sudah keluar mobile internet. Mobile internet belum rampung kita pelajari keluar lagi artificial intelligent. Jadi, prosesnya cepat sekali,” tuturnya.

Menurutnya, perubahan-perubahan seperti ini akan terus mengubah landscape ekonomi, termasuk mengubah landscape politik global maupun nasional serta di daerah. Karena itu, jika pemimpin tidak siap mengantisipasi maka efek negatifnya sangat besar sekali.

Kembali lagi ke artificial intelligent, Presiden mengajak untuk melihat Google, Amazon dan Alexa. Ketiga perusahaan ini menyadari perubahan di dunia global.

“Kita bicara saja dia sudah jawab. Tolong carikan restoran Padang, dia jawab silakan pergi ke alamat ini, di jalan ini. Tolong carikan barang saja, produk, carikan jaket ini, silakan datang ke mall ini. Bayangkan, perubahan-perubahan seperti ini cepat sekali, dan saling mengalahkan,” terang Presiden.

“Kalau kita tidak sadari, hati-hati. Kita akan ditinggal oleh jaman, ditinggal oleh kota lain, ditinggal oleh negara lain,” tegas Presiden mengingatkan.

Kepala Negara mengatakan jika perubahan ini tidak diantisipasi dengan baik maka negara ini akan ketinggalan. “Kalau hal-hal seperti ini kita tidak mulai antisipasi, mulai kita sadari, ya kita urusannya akan rutinitas seperti ini terus. Tahu-tahu negara lain sudah meloncat, kita sudah masih tetap di sini,” jelasnya.

Oleh sebab itu Presiden meminta agar pemimpin tidak boleh terlalu senang yang namanya rutinitas karena itu bisa menjebak. “Jangan senang yang namanya hal-hal yang linier dan monoton, karena dunia berubah sangat cepat sekali,” tutur Kepala Negara.

“Orang lain sudah meloncat ke mana-mana, negara lain sudah meloncat ke mana-mana, kota yang lain sudah meloncat kemana-mana,” imbuhnya.

Dulu kata Presiden, jika ingin memenangkan persaingan, baik persaingan angara kota ataupun antar maka syaratnya hanya dua yakni efisien dan produktif. Jika produk tersebut memenuhi dua syarat itu makan pasti menang kompetisi.

“Tetapi, sekarang tidak. Dengan dua hal itu tidak cukup. Ini hanya cukup untuk menyelamatkan diri, untuk survive tapi tidak untuk memenangkan, tidak untuk memenangkan,” jelas Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan, Indonesia bisa  memenangkan kompetisi global jika ditopang oleh inovasi yang memperbaharui serta kreativitas.  Tanpa itu, sulit bagi Indonesia bersaing le level lebih tinggi.

“Saya percaya, masyarakat kita memiliki daya kreatif yang tinggi. Contohnya, industri kreatif kita ini tinggi nilainya, tapi kalau enggak pemerintah, negara, pemerintah kota tidak bisa mengangkat ini. Ya kita terjebak pada rutinitas yang tidak kita sadari, negara yang lain sudah lari kencang kita masih di sini terus,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *