Pemerintah Siapkan Payung Hukum ‘Bela Negara’

9
Penulis: Elvis H
Editor: Eko Cahyo
Seskab Pramono Anung
Share :

JAKARTA-Pemerintah akan membangkitkan kembali sosialisasi bela negara yang bersifat kekinian dengan memanfaatkan momentum hari kemerdekaan. Dipastikan, pemerintah juga akan menyiapkan payung hukum jika diperlukan.

“Pada intinya hal yang berkaitan dengan bela negara, Presiden meminta kepada Menko Polhukam dan juga jajarannya untuk segera melakukan sosialisasi bela negara yang bersifat kekinian,” tegas Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung usai Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/7).

Menurutnya, kekinian yang diinginkan Presiden Jokowi adalah yang mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu, sosialisasi bela negara ini juga bersifat tidak dogmatis dan instruksi, tetapi harus betul-betul menyentuh seluruh kehidupan masyarakat. Karena itu, sosialisasinya harus dilakukan secara masif sampai dengan tingkat masyarakat.

“Itu dilakukan dalam bentuk-bentuk kekinian, dan momen 17 Agustus ini akan digunakan sebagai sarana untuk melakukan hal tersebut,” terang Pramono.

Salah satu kebanggaan dalam kehidupan bernegara yang ingin dibangkitkan jelasnya, penanaman kembali cinta kepada bangsa.

Konkritnya jelas Pramono, dalam bentuk cinta kepada bendera negara, negara kesatuan dan simbol-simbol negara lainnya. “Kita belajar dari negara-negara besar yang masyarakatnya begitu mencintai negaranya,” ujarnya.

Dahulu, lanjut Pramono, anak-anak didik hafal dengan lagu-lagu kebangsaan dan menyambut peringatan 17 Agustus dengan sangat bergelora.

Tahun ini, semangat itu akan disesuaikan dengan konteks kekinian, seperti melibatkan perkembangan sosial media.

“Pendekatan sosialisasi yang dilakukan akan seperti kampanye ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’ yang dilakukan pemerintah pada 1 Juni lalu. Jadi pendekatannya tidak bersifat militeristik. Pendekatannya adalah bersifat kekinian,” terang Pramono.

Komentar