Bangun Poros Koalisi, Demokrat-Gerindra Duetkan Prabowo-Yudhoyono di 2019

oleh -24 views
Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Ketum Gerindra, Prabowo Subianto di Cikeas
Share :

JAKARTA-Pertemuan antara 2 poros kekuatan politik nasional yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk membangun poros baru koalisi pilpres 2019. Selain mewacanakan duet Prabowo-SBY, poros koalisi Cikeas-Hambalang ini juga akan menduetkan Prabowo dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pertemuan kedua tokoh politik nasional itu sebagai pembuka komunikasi politik menyikapi situasi berbangsa dan bernegara saat ini, yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus kita akui memang sedang berada di level buruk, merosot, bahkan bangsa ini terancam masuk dalam kubangan krisis ekonomi, politik dan hukum serta krisis sosial,” ujar Komunikator Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di Jakara, Jumat (28/7).

“Semua lini kehidupan berada pada level tidak stabil dan tidak ada jaminan kehidupan yang baik. Mungkin hanya pendapatan pejabat negara ini yang dipastikan meningkat dan sejahtera, berbanding terbalik dengan kondisi rakyat sesungguhnya,” tuturnya.

Menurutnya, pemaksaan kehendak dalam Demokrasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan memaksakan syarat ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold 20-25% telah merubah eskalasi politik nasional secara cepat.

Dua poros kekuatan nasional yang tidak mungkin bersatu sehingga akan mudah dilawan 2019 nanti dengan mengunci Presidential Threshold, telah menjadi blunder politik dan justru menyatukan kekuatan SBY-Prabowo.

Ibarat kata, Jokowi bersusah payah menciptakan lawan politik yang akan mengalahkannya 2019 nanti, meski harapannya tentu tidak seperti itu.

“Harapannya mungkin hanya akan berhadapan dengan Prabowo sedangkan Demokrat kembali tidak mengambil peran seperti 2014 lalu,” tuturnya.

Aroma Pemilihan Presiden pun semakin kencang menyeruak ditengah publik. “Pertanyaan besar atas pertemuan SBY dan Prabowo ini adalah, Apakah koalisi Partai Demokrat dan Gerindra akan menjadi poros permanen dalam Pilpres 2019 nanti? Apakah jika poros ini menjadi koalisi Pilpres 2019 akan mencalonkan Prabowo dengan AHY?. Mungkin terlalu dini jika harus menyatakan bahwa itu akan menjadi poros koalisi 2019,” imbuhnya.

Tetapi dalam politik terangnya, segala kemungkinan itu bisa terjadi. Bisa saja Prabowo berpasangan dengan AHY atau bisa saja Prabowo berpasangan dengan orang lain.

Bahkan, bisa saja Partai Demokrat membangun kekuatan untuk mencalonkan calon presiden sendiri. “Semua kemungkinan bisa terjadi dalam politik,” jelasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *