Bule Spanyol Ini Langsung Jatuh Cinta Dengan Labuan Bajo

147
Penulis: Poll
Editor: Adrian Ramos
Wisatawan asal Basque Country, Josu bersama Istri mengagumi keindahan alam Labuan Bajo/photo padarnews.com
Share :

LABUAN BAJO-Ribuan warga Manggarai Barat (Mabar), malam ini Sabtu (29/7) memadati Tempat Wisata Batu Cermin, Desa Batu Cermin untuk menyaksikan penutupan kegiatan Karnaval Budaya yang diselenggarakan Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat-Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penutupan rangkaian Karnaval Budaya yang dimulai semenjak 24 Juli lalu menghadirkan Andmesh Kamaleng, Juara ajang pencarian bakat menyanyi The Rising Star.

Pantauan padarnews.com, penutupan Karnaval Budaya diawali dengan pawai dengan titik star Kantor Bupati Manggarai Barat.

Dalam pawai ini semua etnis yang ada di Labuan Bajo, juga terlibat seperti etnis Ngada, Ende, Sikka, Flotim, Rote, Alor, Bugis-Makasar, Bima, Bali juga Jawa. Semua etnis menampikan kekhasan masing-masing.

Tepat pukul 20.00 wita, Andmesh Kamaleng, naik panggung dan langsung melantunkan nomor-nomor lagu yang sudah akrab di telinga penonton yang sejak sore hari sudah memadati Halaman Tempat Wisata Batu Cermin.

Baca: http://www.padarnews.com/2017/07/27/theo-carnaval-komodo-2017-ajang-pupuk-kreatifitas-generasi-muda/

Diantara kerumunan  ribuan penonton, tampak para wisatawan mancanegara juga hadir. Mereka begitu menikmati rangkaian acara yang dihadirkan, bahkan ikut bergoyang bersama penonton lainnya.

Beberapa wisatawan yang ditemui padarnews.com di Batu Cermin Center, mengaku senang dan menikmati semua aacara yang ditampilakan. “Ini sangat luar biasa, di Negara kami sangatlah sulit melihat acara yang menampilkan dan menonjolkan budaya lokal. Saya dan istri pertama kali datang ke Labuan Bajo, dan langsung jatuh cinta. Acara malam ini sungguh luar biasa, saya menikmatinya,” kata Josu, wisatawan asal Basque Country.

Menurut dia, selain panorama alam dan wisata bahari yang indah ternyata Manggarai Barat memiliki kekayaan lain yang sangat membanggakan yakni budaya. Karena itu dia berjanji akan datang lagi ke Labuan Bajo.

Senada dengan Josu, Andrea dan Martjin wisatawan asal Belanda juga menyampaikan hal sama.

Wisatawan asal Belanda, Andrea dan Martjin bersama putranya menyaksikan acara penutupan Carnaval Komodo 2017/photo padarnews

Menurut mereka berdua, acara malam ini merupakan pengalaman baru dalam hidup mereka. “Saya, Suami dan ketiga anak kami, sangat senang dan menikmati semua acara. Dan kami sudah berada di tempat ini sekitar 4-5 jam yang lalu. Bahkan tadi anak saya yang paling besar, naik ke panggung dan ikut bergoyang,” jelas Andrea yang diamini suaminya Martjin.

Baca: http://www.padarnews.com/2017/07/28/ardi-perlu-keterlibatan-swasta-dalam-ajang-carnaval-budaya/

Untuk diketahui Karnaval Budaya yang baru pertama diselenggarakan ini didukung penuh Kementerian Pariwisata ini, di bawah komando Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Labuan Bajo ditetapkan sebagai 10 destinasi prioritas atau biasa disebut dengan 10 Bali Baru.

Selain Labuan Bajo, kementerian Kementerian Pariwisata juga menetapkan Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara), sebagai destinasi yang sedang disiapkan menjadi ’10 Bali Baru.

 

Komentar