Menteri Susi: Subsidi BBM Jatuh ke Industri Yang Tak Sepatutnya

3
Penulis: Eko Cahyo
Editor: Alex M
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti
Share :

JAKARTA-Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengeritik kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya pemberian subsidi bagi nelayan.

Menurutnya, subsidi BBM ini tidak dapat dinikmati nelayan kecil karena mereka memakai BBM dengan harga termahal. Sehingga, subsidi BBM yang diberikan Pertamina justru hanya dinikmati oleh industri yang tidak sepatutnya.

“Kami selalu mendukung Pertamina karena kalau Pertamina sehat, kuat, akan menjadi partner kita untuk mengembangkan wilayah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) kita,” imbuh Menteri Susi saat menandatangani kesepakatan bersama tentang Sinergi Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dengan Pertamina di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, pada Senin (31/7).

“Stok ikan sudah naik banyak. Pemerintah menargetkan konsumsi ikan dari 43 kg menjadi 46 kg. Berarti 3 kg dikali 250 juta penduduk Indonesia, ada 750 ribu ton ikan yang harus didistribusikan dari nelayan tangkap ke konsumen. Konsumen terbesar ada di pulau Jawa. Nah tentu perlu pengangkutan, transportasi, dan lain-lain. Nadinya, darahnya transportasi ya BMM-nya Pertamina,” katanya.

Lumbung ikan Indonesia ada di Indonesia bagian timur seperti di bagian utara Sulawesi, bagian barat Sumatera, dan bagian selatan Jawa. “Jika BBM dari Pertamina tidak lancar, semua aktivitas kelautan dan perikanan dapat terganggu,” ungkapnya.

Menteri Susi juga berpesan agar regulasi tidak boleh membelenggu dunia usaha. Birokrasi-birokrasi yang tidak penting harus dibuang.

“Demi rakyat, demi Indonesia lebih baik, demi ikan kita bisa dimakan oleh bangsa kita, bisa diekspor menghasilkan devisa, kita akan bekerjasama mendobrak hal yang tidak perlu dan membelenggu kita. Saya apresiasi atas MoU ini. Mudah-mudahan kerjasama Pertamina dan KKP makin maju, makin lanjut, dan nelayan diuntungkan, masyarakat konsumen ikan juga diuntungkan,” tandasnya.

Menteri Susi Pudjiastuti menyambut baik kerjasama dengan Pertamina ini.  Penandatanganan kesepakatan bersama antara KKP dan Pertamina ini merupakan sebuah langkah realisasi pengembangan industri perekonomian perikanan di Indonesia.

Kerja sama ini juga sejalan dengan pembangunan SKPT di pulau-pulau terluar Indonesia guna membangun lini luar Indonesia. “Saya punya keyakinan tanpa kita membangun lini luar Indonesia, kita akan terus berkutat di dalam negeri saja, dan kita tidak akan bisa maju ke depan,” jelas Menteri Susi.

Dirut Pertamina Elia Massa Manik mengatakan bangga dapat ambil bagian dalam kerja sama ini.

”Kami bahagia bisa menjadi satu bagian yang mendukung program KKP  karena memang jumlah pulau kita ini 17.000 lebih dengan garis pantai hampir 81.000, merupakan suatu wilayah dengan potensi yang harus digali lebih jauh. Oleh karena itu kami dari Pertamina sebagai supporter akan berbagi apabila dibutuhkan juga information system kita. Kami merasa bahagia bisa ikut mendukung program ini karena pada akhirnya kita berharap nelayan-nelayan kita yang akan diuntungkan dari program ini,” ungkapnya

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti

.

Saat ini jelasnya Pertamina juga tengah mengerjakan program ‘BBM Satu Harga’ di 154 titik yang diharapkan dapat diselesaikan paling lama dalam jangka waktu 1,5 tahun. “Kami berharap kepada kawan-kawan di KKP bisa memberikan kepada kami masukan secara proaktif bagaimana kita bisa menyelesaikan ini dalam waktu yang secepat-cepatnya,” tambah Elia.

 

 

Komentar