Pelari Asal Daratan Timor, Kuasai Labuan Bajo Adventure Run 2017

163
Penulis: Fransiskus Gulat
Editor: Adrian Ramos
Pelari Isak C. Aleut, juara 10K
Share :

LABUAN BAJO-Para pelari asal daratan Timor Provinsi NTT menguasai Lomba Lari Labuan Bajo Adventure Run 2017.  Lomba lari yang digelar sejak subuh pukul 05.30 ini menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus keberhasilan pembinaan bakat-bakat atletik anak-anak Timor yang menjuarai semua kategori dan kelas Labuan Bajo Adventure Run 2017 ini.

Dikategori lari 5 Kilo Meter (5K) kelas putra, Juweni yang berasal dari Kota Kupang berhasil keluar sebagai juara dengan raihan waktu 17.27.  Disusul di tempat kedua oleh pelari asal Timor juga, tepatnya pelari dari Kabupaten Kupang, Romli Neonleni dengan raihan waktu 17.54 dan ditempat ketiga Venansius Pogol dengan catatan waktu 21.51.

Para pelari Timor hanya menyisahkan juara di kategori yang sama untuk kelas Wanita. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Panitia Pelindo III, nama – nama pelari tidak ditera dengan alamat asal sehingga tidak dapat diketahui secara pasti asal mereka.

Di kategori 5K kelas pelari wanita, pelari Nurtiana Haimun berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Rahmayanti dan Bunga Citra Lestari. Dengan raihan waktu 26.53, Nurtiana Haimun mengalahkan kecepatan pelari Rahmayanti yang memperoleh catatan waktu 32.33 disusul oleh Bunga Citra Lestari dengan waktu 36.38.

Dominasi para pelari dari Daratan Timor semakin digdaya di kategori 10K. Tiga pelari dari Kota Karang bahkan berhasil menyapu bersih juara di kelas ini. Isak C. Aleut yang terdaftar sebagai pelari dari Kota Kupang berhasil menyabet juara pertama setelah menang tipis atas pelari Bernad Taunus dan Jefrianus Neno. Raihan waktu ketiga pelari ini terpaut tipis yaitu dengan urutan waktu 40.55 juara pertama, disusul juara kedua 41.29 dan juara ketiga 41.31.

Kota Kupang lagi -lagi menunjukkan kelasnya di kategori lari 10K kelas wanita melalui pelari merek Linda Marlen Tamonob. Pelari Linda Marlen Tamonob berhasil keluar sebagai juara kedua dengan raihan waktu 52.37, kalah sekian menit saja dari Adriana Waru di tempat pertama yang meraih catatan waktu tempuh 44.34 disusul di tempat ketiga pelari Rosina Anjelina dengan waktu 1.01.14.

Kategori 21K seakan menjadi ajang pembuktian kehebatan para pelari Timor ini. Mereka menegaskan kehebatan dan kecepatan lari di kelas lari Half Marathon ini atau kelas 21 Kilo Meter. Semua kelas, baik pria pun wanita disapu bersih pelari – pelari hitam manis ini.

Di kelas putra, Yosephus Liunesi berhasil mengalahkan kecepatan lari rekannya Yakobus Taunus hanya dengan selisih waktu yang sangat ketat. Liunesi menaklukkan kecepatan lari Taunus hanya dengan selisih 10 detik saja. Liunesi keluar sebagai juara pertama dengan perolehan waktu 1.19.34, menyusul 10 detik di belakangnya pelari Taunus dengan waktu 1.19.43 dan di tempat ketiga Ketut Anik Sumerta dengan waktu 1.22.46.

Pelari Ketut yang menjadi juara ketiga sendiri merupakan pelari kelahiran Bali tapi berasal dari Kota Kupang. Di kelas putri pun, seluruh juara lagi – lagi disapu  bersih oleh anak – anak Timor.

Elfiana Etimeta yang berasal dari Kabupaten Kupang dan Cindy Lopita Tefbana dari Kabupaten Kota Kupang bahkan melewati garis finish dengan catatan waktu yang sama. Keduanya melewati garis finish dengan catatan waktu sama yaitu 1.38.43. Disusul oleh pelari ketiga yakni  Adel Paulina Sanam asal Timor Tengah Selatan dengan waktu 1.46.14.

Pencapaian luar biasa anak-anak Timor Hitam Manis di ajang Labuan Bajo Adventure Run 2017 ini dijelaskan oleh Ketut Anik Sumerta, sesaat setelah penerimaan hadiah kepada padarnews.com bahwa para pelari ini adalah para pelari yang bergabung dalam klub Komodo Atlethic 743 Kupang. Sebuah klub atlethic yang dibina oleh Kesatuan Batalion Infantri AD 743 Kupang.

“Kami ikut serta dalam lomba lari ini sekaligus untuk mengukur kemampuan lari anak – anak kami. Luar biasa, kami bisa menampilkan kemampuan terbaik. Kalau event ini dibuat lagi tahun depan, pasti kami ikut lagi “, ujar Ketut, salah seorang anggota TNI AD ini.

Ketut menyadari bahwa  lomba lari Labuan Bajo Adventure Run 2017 ini merupakan ajang promosi wisata dengan kemasan olah raga. Dia berharap agar event ini dapat dikemas dengan lebih baik lagi.

“Bila perlu kategori lari Marathon juga digelar tahun depan sehingga tujuan memperkenalkan keindahan alam Kota Labuan Bajo kepada para wisatawan dapat dicapai secara lebih maksimal “, ujarnya sembari mengakui keindahan alam Kota ini dan mengatakan bahwa ini pun juga tetaplah sebuah lomba sekalipun sambil berwisata.

Untuk diketahui Lomba Lari Labuan Bajo Adventure Run tahun 2017 ini diikuti oleh 258 peserta. Selain peserta lokal, Para peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan 2 dua diantaranya peserta dari Luar Negeri. Para peserta lomba Adventure Run sebelumnya dilepas Sekda Manggarai Barat, Rofinus Mbon dari Titik Start di depan Kantor Bupati Manggarai Barat. Lomba lari Adventure Run ini adalah salah satu upaya promosi pariwisata Manggarai Barat.

 

Komentar