Bupati Mabar Kembali Serukan ‘Perangi’ Sampah Kota

111
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Bupati Kabupaten Mabar, Agustinus Ch Dula,
Share :

LABUAN BAJO-Masalah sampah menjadi persoalan yang tidak mudah dipecahkan di kota-kota besar di  seluruh dunia. Persoalan ini juga sangat dirasakan oleh kota-kota di Indonesia, termasuk kota ikon pariwitasa nasional, Bali.

Meski persoalan pengelolaan sampah ini tidak semudah membalikan telapak tangan, Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT),  Agustinus Ch Dula kembali menyerukan kepada masyarakat untuk senantiasi memerangi sampah yang ada di Kota Labuan Bajo ini.

Menurutnya, keindahan serta kebersihan Kota Labuan Bajo harus dijaga mengingat Labuan Bajo ditetapkan sebagai satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional.

“Kalau persoalan sampah ini tidak tuntas maka tidak baik bagi citra pariwisata di Labuan Bajo ini,” terangnya.

Untuk itu, Bupati Gusti mengajak seluruh warga Kota Labuan Bajo untuk bersama-sama memerangi sampah. Hal ini penting, agar wajah Kota Labuan Bajo semakin ‘cantik’ yang pada gilirannya menarik minat wisatawan berkunjung ke bumi Komodo ini.

“Kepada instansi terkait, saya printahkan untuk menjaga kebersihan kota ini. Perbakan trotoar, drainase serta jalan hotmix, haruz tuntaskan dalam tahun ini juga. Termasuk lampu penerangan jalan dan taman Kota juga harus dibereskan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Labuan Bajo merupakan gateway atau pintu gerbang bagi wisatawan yang hendak menikmati wisata bahari. Wisatawan dapat melihat keajaiban binatang purba komodo di Pulau Komodo, maupun pulau-pulau sekitarnya.

Meski mengatasi persoalan sampah ini tidak mudah, Bupati Gusti menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah peduli dengan bekerja nyata menangani sampah di Kota Labuan Bajo.

Pengakuan akan kualitas kebersihan kota Labuan Bajo terlihat dari keputusan pemerintah pusat yang memberikan Sertifikat Adipura 2017.  “Saya kira, Sertifikat Adipura ini bentuk pengakuan pemerintah atas hasil kerja masyarakat dan Pemerintah Mabar,” jelasnya.

“Kita di pemerintah, tidak pernah berpikir kita bekerja untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat. Bahwa akhirnya kita mendapatkan anugerah ini, tentu berkat kerja nyata kita semua dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kota Labuan Bajo,” urainya.

Dia menegaskan, anugerah Sertifikat Adipura ini bukan ditujukan kepada Bupati semata. Tetapi, prestasi ini berkat kerja keras semua elemen, mulai dari perangkat pemerintah hingga masyarakat Mabar.

“Jadi, ini bukan anugerah untuk Bupati atau SKPD tertentu, tapi bagi kita semua di Mabar ini tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Bupati Mabar ini mengaku, persoalan sampah ini tidak hanya terjadi di Labuan Bajo. Di kota lain di Indonesia, tumpukan sampah juga menjadi persoalan serius.

Kondisi ini sulit dihindari,  seiring dengan meningkatnya aktivitas manusia. Semakin banyak sampah berarti masyarakat benar-benar memiliki banyak aktivitas.

“Intinya, persoalan sampah itu tanggung jawab kita bersama. Mari sama-sama mencari jalan keluar yang tepat untuk menangani sampah-sampah ini,” tegasnya.

Bupati Gusti menjelaskan, penanganan masalah sampah ini harus dilakukan secara nyata. Caranya, dengan terjun langsung membantu mengatasi sampah yang ada.

“Persoalan sampah ini tidak bisa dengan mengandalkan teriak saja. Tetapi terjun langsung, lakukan dan kerjakan. Jangan tunggu ajakan dari orang lain, namun kesadaran itu harus tumbuh dari diri masing-masing,” pungkasnya.

 

Komentar