Gabriel: Tindak Tegas Kapal Perusak Terumbu Karang di Labuan Bajo

36
Penulis: Eko Cahyo
Editor: Alex M
Pulau Padar di Labuan Bajo/dok padarnews.com
Share :

JAKARTA-Praktisi hukum yang juga tokoh Manggarai,  NTT, Gabriel Mahal, meminta Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menindak tegas kapal-kapal yang menjadi pemicu rusaknya terumbu karang di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Kerusakan lingkungan di bumi Komodo kini menjadi ancaman yang patut diwaspadai. Sebab, butuh waktu sangat lama untuk memulihkannya.

“Jangan sampai masalah ini ini dianggap sepele. Karenanya, saya minta agar kapal yang menabrak terumbu karang tersebut ditindak sesuai prosedur dan aturan ditegakkan,” tegas Gabriel dalam surat elektroniknya kepada redaksi padarnews.com di Jakarta, Senin (14/8).

Seperti diketahui, kerusakan terumbu karang ini di kawasan laut Indonesia bukanlah yang pertama.

Beberapa waktu lalu, terumbu karang di kawasan wisata Raja Ampat ditabrak kapal pesiar berbendara Bahamas, Inggris 4 Maret lalu. Selang beberapa bulan kemudian, kejadian serupa juga terjadi Labuan Bajo, NTT. Padahal menurut CNN,  Labuan Bajo merupakan tempat terumbu karang terbaik di dunia.

Bahkan, kawasan ini tercatat sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata nasional dan destinasi pariwisata terbaik di dunia.

Menurut Gabriel, terumbu karang dirusak ini disebabkan banyaknya hilir-mudik kapal lokal yang mengangkut wisatawan dari satu pulau ke pulau lain dalam kawasan wisata Labuan Bajo. Kapal-kapal yang kerap hilir mudik di Labuan Bajo, kerap sembarang melakukan lego jangkar dan bahkan menabrak terumbu karang.

Sejauh itu Labuan Bajo masuk sebagai 10 destinasi wisata nasional prioritas oleh Presiden Joko.

Di sana banyak destinasi wisata, selain Taman Nasional Komodo yang sudah populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Kerusakan terumbu karang akibat keteledoran tentu membuat sejumlah pihak resah. Apalagi, terumbu karang baru bisa terbentuk dalam waktu ratusan tahun, dan andalan wisata Labuan Bajo adalah “wisata bahari” disamping wisata alam dan budaya.

Gabriel yang juga budayaan asal Manggarai ini mengaku prihatin atas rusaknya ekosistem terumbu karang di Labuan Bajo.

Kerusakan ini disebabkan oleh satu kapal yang memuat wisatawan menabrak batu karang di belakang Pulau Padar di dalam kawasan TNK.  Akibatnya kapal itu tidak hanya bocor hingga membuat wisatawan tidak nyaman. “Dan parahnya lagi merusak terumbu karang,” tuturnya.

Praktisi Hukum, Gabriel Mahal, SH

Gabriel mengatakan sudah melaporkan kejadian ini kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

“Dugaan lemahnya pengawasan dan perizinan terhadap kapal-kapal di Labuan Bajo yang berdampak pada masalah kelayakan laik laut kapal, kompetensi kapten kapal, dan kontrol lalu lintas barang legal dan ilegal.  Beberapa waktu terakhir sudah terjadi tiga kapal tenggelam,” kata Gabriel.

Masyarakat Labuan Bajo pun sudah coba melaporkan kondisi kerusakan terumbu karang kepada berbagai pihak terkait, salah satunya Pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Namun, hingga kini masih belum direspon dengan baik.

Banyak pihak “pencinta terumbu karang” dan para pemerhati kawasan wisata pariwisata Labuan Bajo berharap, ada konsen yang serius dari pemerintah pusat mengenai rusaknya terumbu karang yang sangat berharga bagi ekosistem laut dan wisata bahari Indonesia khususnya Labuan Bajo.

“Kerusakan lingkungan di Labuan Bajo kini menjadi ancaman yang patut diwaspadai. Sebab, butuh waktu sangat lama untuk memulihkannya. Jangan sampai masalah ini ini dianggap sepele,” pungkasnya.

Komentar