Pompa Air Tanpa BBM Sita Perhatian Pengunjung Pameran Pembangunan NTT

504
Penulis: Eko Cahyo
Editor: Alex M
Direktur SL Consultant fokus Energy Ramah Lingkungan , Adrianus Petrus Lagur
Share :

KUPANG-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov) NTT menggelar pameran pembangunan yang  dimulai tanggal 10 -19 Agustus 2017 bertempat di NTT Fair, Jalan Timor Raya Beumopu, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Salah satu yang dipamerkan dalam ajang ini adalah Pompa Barsha (Pumps Barsha) buatan aQysta yang juga merupakan sebuah perusahaan start up berbasis di Delft, Belanda.

Bahkan, teknologi pompa air tanpa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini menyita perhatian pengunjung Pameran Pembangunan NTT 2017.

Direktur SL Consultant fokus Energy Ramah Lingkungan , Adrianus Petrus Lagur menjelaskan, perusahaan start up asal Belanda menemukan technology ini yang fokus pada pengembangan sistem irigasi menggunakan tenaga air.

Teknologi ini  sebenarnya telah diperkenalkan perusahaan Aqysta pada tahun 2015.

Saat itu, mereka menyumbangkan dua unit Pompa Barsha  sebagai ujicoba di Indonesia tepatnya di Sumba untuk irigasi tanaman hortikultura yang difasilitasi oleh  NGO asal Belanda yaitu HIVOS.

“Tahun ini, kami mengajukan proposal untuk pengembangannya secara komersial ke pemerintah Belanda. Usulan kami dalam bentuk konsorsium  (Yayasana Komunitas Radio Max Waingapu sebagai main applicant, saya sendiri sebagai project leadernya) anggotanya  Delf University of Technology, University of Medeka Malang dan Perusahan Manufaktur Pompa Barsah – Aqysta,  mengingat pompa barsha ini tergolong technology ramah lingkungan dan masih berada di luar negeri maka melalui  kerjasama dengan mereka, saya bersemangat untuk belajar rakitnya langsung di Belanda. Untuk pompanya sendiri saat kami mendapat support dana dari pemerintah Belanda sebanyak 10 unit,” terangnya.

Masyarakat di Sumba menyambut gembira kehadiran Pompa Barsha

Ketertarikan pemerintah Belanda untuk mendukung konsorsium  tidak terlepas dari skema komersial yang ditawarkan dalam sebuah program yang dinamakan Easi Pay (Enabling Access to Sustainable Irrigation with EASI-Pay for Barsha pumps in Indonesia).

Pompa ini ditawarkan kepada petani yang ingin menanam sayur-mayur pada musim kemarau.

Sedangkan  tugas Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu dan konsorsium menyediakan Pompa dan memastikan air selalu tersedia.

“Saya bisa bilang kami sebagai penyedia jasa, seperti PLN menyediakan listrik selanjutnya petani harus membaya sewanya. Nah untuk membayar sewa, kami harus cerdas dan bersama membimbing petani untuk menghasilkan atau panen. Dari hasil panen petani harus membayar untuk jasa pompa. Dan jika petani tidak bayar,  kami punya hak untuk menarik pompa tersebut dan bagi petani jika ada hasil dikemudian tentunya mereka siap membayar dan apalagi kalau bayarannya pake sayur menarik kan?,” ujarnya.

Adi Lagur mengaku memilih sumba karena Sumba merupakan salah satu daerah yang paling kering di Indonesia.

Pada musim kemarau jelasnya petani Sumba tidak bisa menanam meskipun mereka memiliki lahan potensial yang kebanyakan di daerah aliran sungai.

Petani di Sumba tengah menimba air untuk menyiram tanaman sayur-sayuran

Selama ini petani menyiram tanaman dengan cara manual dan ada beberapa kelompok tani mendapatkan bantuan pompa diesel dari Pemerintah atau LSM. Namun petani selalu mengeluhkan biaya operasional untuk membeli BBM tinggi.

Saat ini ujar Adi Lagur, Pompa Barsha ini sudah dipasang di Sumba sebanyak 5 unit dan 5 unit lainnya masih dalam proses import.

“Boleh dibilang, saat ini saya orang lokal yang memperkenalkan teknologi pompa ini di Indonesia khususnya di NTT dan sebagai expert yang bersertifikat,” ucapnya.

Adi Lagur menjelaskan, Pumps Barsha dengan keunikannya memiliki sejumlah keuanggulan. Diantaranya, mesinnya tidak membutuhkan BBM untuk menyedot air, tetapi hanya menggunakan tenaga air di sungai.

Karenanya, semakin besar daya atau aliran air maka tendangan air juga semakin besar. “Jika debit air kecil pun dia bisa memompa air 14.000 liter perhari, dan untuk aliran air sungai yang deras seperti halnya dilokasi Waikudu Sumba Timur bisamendorong air sampai pada ketinggian max 20″ dengan debit air mencapai 20m3.kata Adi Lagur

Keunggulan lainnya jelas Adi Lagur, instalasi Pumps Barsha mudah dipasang dan dapat dipindahkan. Gampang di rawat  dan bisa dibongkar pasang

“Bahannya terbuat dari plastik dan frame alumunium, tidak ada komponen electrik,” ujarnya.

Dengan demikian, dari segi harga, teknologi barsha pump ini sangat terjangkau. Bahkan, tidak membutuhkan biaya operasionalnya,” ujar Adi Lagur yang menjadi satu-satunya teknisi assembly pompa untuk saat ini.

Keistimewaan lainnya dari pumps barsha terang Adi Lagur, teknologi ini bisa memutar non-stop dengan menggunakan aliran air.

Adi Lagur mengaku, respon masyarakat NTT terhadap teknologi Pumps Barsha sangat bagus. Hanya memang kebanyakan orang di NTT tidak mudah percaya sebelum melihat langsung dilapangan.

“Saya berkomitment untuk menyebarluaskan technology yang ramah lingkungan ini dan tergolong TTG, ada rencana saya untuk memasang satu unit di wilayah pulau Timor dan satu unit lagi di wilayah Flores, sehingga petani atau pemerintah dapat melihat langsung kinerja pompa ini dan semoga dapat menjawab permasalahan ketersediaan air selama ini,” terang Adi Lagur.

“Ada beberapa pendamping desa yang menelpon saya mereka membaca beritanya melalui media dan melihat video dari medsos. Mereka ingin memasukan technology ini kedalam anggaran desa, tentunya untuk desa yang sesuai kriteria. Terus terang jangan hanya tertarik untuk menjadi proyek tapi harus benar-benar berfungsi guna,” tuturnya.

Meskipun baru lihat photo dan video, Kadis PU dan Staff antusias dan tertarik dengan Pompa Barsha produksi negeri Belanda yang baru di perkenalkan di Indonesia.

Bahkan Kadis PU NTT, Andre Koreh mempersilahkan teknologi ini dipamerkan di Stand Dinas PU NTT untuk diinformasikan secara luas kepada masyarakat NTT,

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni yang membuka acara pameran juga sangat tertarik dengan Pompa Barsha setelah mendapatkan penjelasan tentang keunggulan Pompa tersebut yang mana mampu memompa air tanpa menggunakan BBM.

Komentar