Kinerja Ekspor Tumbuh, Indikasi Membaiknya Perekonomian Global

5
Penulis: Eko Cahyo
Editor: Alex M
Mendag, Airlangga Hartarto
Share :

JAKARTA-Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan kinerja ekspor bulan Juli 2017 tercatat meningkat sebesar 16,8% dibanding bulan sebelumnya (MoM), sehingga menjadi USD 13,6 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan ekspor nonmigas sebesar 19,9%, sedangkan ekspor migas turun 7,8%.

“Kinerja ekspor Indonesia yang terus tumbuh pada pertengahan tahun ini menunjukkan indikasi positif bahwa perekonomian global telah membaik,” jelas Mendag Enggar di Jakarta, Jumat (18/8).

Negara-negara penyumbang surplus nonmigas terbesar pada bulan Juli 2017 dengan jumlah mencapai USD 17,2 miliar yaitu India, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, dan Belanda. Sedangkan mitra dagang yang menyebabkan defisit terbesar yang jumlahnya mencapai USD 13,4 miliar yaitu Tiongkok, Thailand, Australia, Korea Selatan, dan Argentina.

Menurutnya, kinerja ekspor bulan Juli 2017 ini, memberikan kontribusi terhadap kinerja perdagangan kumulatif Januari-Juli 2017 yang menghasilkan surplus USD 7,4 miliar.

Surplus ini dihasilkan dari surplus perdagangan nonmigas yang mencapai USD 12 miliar dikurangi defisit perdagangan migas sebesar USD 4,6 miliar.

“Surplus ini jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD 4,8 milliar,” ungkapnya.

Ekspor selama Januari-Juli 2017 masih mengalami peningkatan sebesar 17,3% atau menjadi USD 93,6 miliar. Peningkatan ekspor selama periode tersebut didorong oleh penguatan ekspor nonmigas 17,4% menjadi sebesar USD 84,8 miliar dan kenaikan ekspor migas 16,9% menjadi sebesar USD 8,8 miliar.

Mendag mengatakan, ekspor ke beberapa negara mitra dagang di sektor nonmigas selama Januari-Juli 2017 menunjukkan kinerja yang baik. Pada periode tersebut, ekspor nonmigas ke India, Tiongkok, dan Spanyol naik signifikan dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 55,7%; 53,1%; dan 42,6% (YoY).

Sementara itu, produk yang nilai ekspornya naik tinggi pada Januari-Juli 2017 antara lain besi dan baja (76,9%), timah (62,4%), karet dan barang dari karet (54,0%), bahan bakar mineral/ batu bara (52,3%) bahan kimia organik (42,2%), kopi, teh dan rempah (39,6 %), berbagai produk kimia (25,8%), dan kendaraan bermotor dan bagiannya (22,1%).

Mendag juga menyampaikan bahwa beberapa negara ekonomi besar dunia yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2017 ini. Sebagai contoh, perekonomian AS pada Triwulan II-2017 tumbuh 2,1%, RRT tumbuh 6,9%, Kawasan Eropa tumbuh 2,1%, dan Jepang tumbuh 2,0%.

Dibandingkan dengan Triwulan I-2016, pertumbuhan negara-negara tersebut pada Triwulan II-2016 relatif lebih baik (AS tumbuh 1,3%; RRT 6,7%; Kawasan Eropa 1,6%; dan Jepang 0,9%).

 

Komentar