Istri Opick: Masuk Surga Bukan Karena Poligami

131
Penulis: Galuh Putri
Editor: Eko Cahyo
Pemyanyi Opick bersama Diana Rositaningrum
Share :

JAKARTA-Istri penyanyi lagu-lagu rohani Opick, Diana Rositaningrum memutuskan berpisah setelah merasa dijebak suaminya yang sudah berpoligami diam-diam.

Diana harus menerima kenyataan suaminya membagi cinta dengan wanita lain yang merupakan rekan kerjanya. “Suami saya menikah dengan backing vocal yang bekerja dengan saya 7 tahun,” terangnya.

Padahal pernikahan mereka telah berlangsung selama 14 tahun lebih. “Ingat, segala sesuatu yang dilakukan sembunyi-sembunyi itu bukan awal kebaikan. Nabi mencintai segala hal perbuatan yang ma’ruf,” tulis Diana dalam akun instagramnya.

Karena tak mau jalankan hubungan poligami dengan terpaksa akibat jebakan, maka Diana memutuskan berpisah dari suaminya.

Sudah memiliki enam orang anak dari pernikahannya dengan Opick, Diana menyatakan keluarganya hancur berantakan karena poligami.

“Dia menjebak. Ya, karena mau tidak mau istri harus menerima keadaan dengan teriak ‘Ini sudah takdir, terimalah. Maka, kau masuk surga’.Hallo.. masuk surga bukan karena poligami, masuk surga karena akhlak yang baik dan takut akan Allah,” tulisnya.

Hal ini terungkap melalui curhatan sang istri di akun Instagram. Berikut tulisan lengkap curhatan Dian Rositaningrum:

Bicara soal poligami, Anda ingin poligami berhasil?

Islam memiliki rules maka ikuti petunjuknya maka kalian akan selamat membawa keluarga sakinah mawadda warahmah dan Allah meridhai.

Bagaimana semua istri bisa menerima dengan iman, dengan kesungguhan poligami yang dilakukan sembunyi-sembunyi?

Bicara iman adalah bicara keyakinan.

Apakah dengan melakukan terbuka, Anda takut banyak yang menghalangi atau menasehati karena poligami mutlak harus dengan tujuan kebaikan.

Apakah Anda tidak yakin adanya kebaikan dalam pernikahan Anda sehingga dilakukan sembunyi-sembunyi?

Ingat, segala sesuatu yang dilakukan sembunyi-sembunyi itu bukan awal kebaikan.  Nabi mencintai segala hal perbuatan yang ma’ruf.

Datang dengan keadaan sudah menikah karena ketahuan dan istri harus menerima dengan iman?

Think. Awal kebaikankah yang ditanamkan ajaran kami tentang keimanan jangan ajarkan kami kebencian

Bukankah ini menjebak istri yang tidak siap dengan hadirnya madu?

Menjebak? Ya, karena mau tidak mau istri harus menerima keadaan dengan teriak ‘Ini sudah takdir, terimalah. Maka, kau masuk syurga’.

Hallo.. masuk syurga bukan karena poligami, masuk syurga karena akhlak yang baik dan takut akan Allah.

Bagaimana untuk istri yang shock dengan fakta pemaksaan?”

Cerai taruhannya , yup … anak-anak korbannya , harus nya dia bisa hidup bersama ibu bapak nya , tapi ini perpisahan yang akan mengganggu jiwa kepada semua yang terlibat , istri , anak , ibu , bapak, keluarga besar.

Berfikirlah wahai imam yang bijaksana.  Poligami tidak semudah memuntahkan spermamu pada lobang yang baru.

Kasihanilah kami para wanita, ibu dari anak-anakmu yang melahirkan anak-anakmu jangan korbankan istri dan anak-anak.

Berapa banyak janda yang ahkirnya menjadi single parent hanya karena kurang ilmu agama.

Sudahkah anda mengajarkan istri anda mengenal tauhid , melepaskan dunia , sehingga dia sanggup melepaskan cinta kepadamu dan meraih cinta Allah saja. (nyengir liat kamu para imam dng cinta yang baru eaaaa eaaaa berasa abg .. , Kita ngilangin cinta dunia dia bergelut dengan kecintaan dunia )

Kalau sudah mengajarkan , lihat polanya. Menjadi semakin taatkah kepada anda dan Allah atau.sebaliknya ????

Kamu sedang di uji, dengan kesabaran ilmu mu, kalau pernikahan pertamamu kandas.

Itulah fakta kegagalan seorang imam yang pantas tertancap dalam kisah hidupmu dan akan menjadi sejarah dalam keluargamu sampai mati meninggalkan kenangan pahit.

Selamat kan dirimu dan keluargamu dari api neraka.
Ini tidak mudah pesan Allah yang sangat berat dan butuh pengorbanan.

Baik saya ingin bertanya kepada ulama karena ini sangat mengganjal hati saya.

Suami saya menikah dengan backing vocal yang bekerja dengan saya 7 tahun (karena saya yang kirimin uang job nya ke rekeningnya ) makan dan berak serta menginap di rumah saya dengan cara : menikah melalui telepone , mahar ngutang , wali nikah memakai wali hakim yang bukan dari turunan mahrom nya ( info orang tua laki-laki masih hidup ) dan janda setelah habis masa iddah hanya selang beberapa hari saja, dinikahkan dengan ustadz bang Debby Nasution , yang beliau sendiri kenal dengan saya dan tahu anak saya 6 orang dan 20 anak santri penghafal Alquran.

Apakah poligami ini dapat diterima dengan iman dan akal sehat ?????  Di mana ADAB seorang muslim ???

Pola poligami seperti ini kah yang kalian akan syiarkan wahai para imam. Iman kah atau nafsu yang kalian yang terdepan ???

Urusan akhirat kah atau urusan dunia dengan berbangga-bangga menaklukan para wanita
Layak nya orang yang menikah karena takut berzina karena kalian mendekati zina sebelum halal , ini iman ???

Berkomunikasi , bertemu kepada yang bukan mahrom itu adalah haram. Ini rules agama pentingnya menjaga hubungan dengan orang yang bukan mahrom. Tundukan pandangan. Bukan cari pandangan yang di umbar untuk meggoyahkan nafsu mu.

Uang ???
Berani setelah mapan dan.kaya raya. Kemana aja selagi miskin dan berjuang bersama ???

Pesan saya kepada banyak ulama yang menikah kan orang yang akan poligami. Pakailah adab yang baik , konfirmasi dengan keluarganya , kasihani kami kalau mendapatkan madu yang ahlaknya tidak mendukung dalam keluarga poligami , atau istri laki-laki itu yang tidak siap di poligami.

Saya menulis dengan bergetar karena kebodohan saya akan ilmu agama. Semoga Allah memberikan kita hidayah ilmu.

Semoga kegagalan poligami dalam keluarga saya bisa menjadi pelajaran buat para imam yang mimpi punya istri banyak. Belajar, buka kitab , ajak istrinya mengenal Allah , mengenal Islam. Insyaallah ilmu yang akan menuntunmu mengejar keinginan mu.

Poligami adalah kebenaran. Hanya manusia yang mencorengkan poligami dengan Ahlak yang buruk.

Semoga Allah mengampuni kita semua …

Dian Rose

 

Komentar