DPRD Mabar Ungkap Dugaan Pencurian Pasir Merah Dari Pink Beach

333
Penulis: Pol Jhon
Editor: Lita Rafael
Anggota DPRD Mabar, Fransiskus Subur
Share :

LABUAN BAJO-Aksi pencurian pasir merah laut di perairan Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mulai marak. Diduga pasir merah ini diambil dari Pink Beach, salah satu obyek wisata unggulan dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Sinyalemen pencurian pasir dari Pink Beach ini disampaikan  Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Mabar Frans Subur saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Balai TNK di Labuan Bajo, Senin (21/8).

“Saya menduga ada pencurian Pasir merah yang diangkut dalam jumlah banyak. Kini pasir itu berhasil diamankan pihak Bandara Udara Komodo Labuan Bajo,” ujar Frans.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala BTNK Labuan Bajo, Sutiyono didampingi sejumlah staf serta anggota lembaga wakil rakyat itu.

“Saya dapat info kalau pihak Bandara telah menahan sejumlah pasir merah, diduga pasir ini dibawah dari pantai merah yang berada dalam kawasan TNK,”jelasnya.

Frans mengaku tidak mengerti mengapa pengangkutan pasir merah ini bisa lolos dari pengawasan petugas TNK.

Padahal, tugas pengamanan di kawasan TNK ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab BTNK.

Karena itu, Frans meminta manajemen BTNK untuk serius mengawasi potensi alam yang ada di wilayah laut Laubuan Bajo.

Frans juga mempertanyakan kinerja BTNK karena Kepala BTNK masa sebelumnya selalu membangun kerjasama dengan pihak TNI AL, polair serta polisi dari Satuan Brigade Mobil (Brimob). Sebab, Frans menyakini kasus pencurian pasir merah ini tidak akan terjadi jika kerjasama pengaman wilayah di perairan laut Labuan Bajo ini berjalan optimal.

“Jangan sampai terjadi kerjasama para pelaku dengan petugas TNK itu sendiri sehingga bisa dengan muda dibawah keluar,” tuturnya.

Pink Beach di Pulau Komodo, Labuan Bajo

Politisi  PAN ini meminta BTNK agar serius menjalankan tugas pengawasan. Sebab, jika pengawasan dan kerja petugas TNK lemah maka para pelaku dengan mudah melakukan kejahatan dalam kawasan itu secara mudah.

“Para pelaku akan mudah berbuat apa saja ketika petugas TNK lalai dalam melakukan pengawasan,”jelasnya

Lebih lanjut, Frans mendesak BTNK agar meningkatkan pengawasan dan patroli yang lebih ketat serta merekrut personil baru yang lebih profesional.

“Selama ini ke mana itu tim gabungan yang selalu operasi itu. Harus dihidupkan kembali,”katanya

Frans mengaku, tugas mengawasi wilayah laut Labuan Bajo tidak mudah. Persoalan yang sangat besar ini tidak bisa diurus atau diselesaikan sendiri-sendiri hanya oleh BTNK saja,  tetapi perlu membangun kerjasama dengan semua pihak terutama masyarakat sekitar kawasan itu.

Sementara itu, Kepala BTNK Labuan Bajo, Sutiyono menegaskan masukan dan pikiran ini akan ditindaklanjuti dengan meningkatkan patroli.

Tidak hanya itu, dia juga mengaku akan menambah pos pemantau terutama di wilayah barat pulau komodo. “Masukan ini akan kita tindaklanjuti. Kami juga akan terus melakukan pengawasan dan menambah pos pengawasan terutama di wilayah barat komodo,”ujarnya.

Komentar