Inilah Photo Pasir Merah ‘Pink Beach’ Yang Disita di Bandara Komodo

119
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Pasir Merah dari Pink Beach yang disita otoritas Bandara Komodo, Labuan Bajo
Share :

LABUAN BAJO-Dugaan tentang pengambilan pasir merah dari Pink Beach ternyata benar adanya. Beberapa waktu lalu, Otoritas Bandara Internasional Komodo berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir merah yang disimpan dalam 12 botol aqua sedang.

Pasir merah disita dari seorang wisawatan tersebut rencananya akan di bawa ke Jakarta. Namun belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait tentang nama dan asal wisawatan yang mencuri pasir merah dari Pink Beach ini. Demikian juag dengan pelakunya, apakah ditahan atau dilepas.

Redaksi www.padarnews.com mendapatkan photo ekslusif tentang pasir merah itu. Dari photo yang ada, pasir merah ini disimpan dalam botol aqua sedang.

Pasir Merah yang disimpan dalam botol aqua

Sinyalemen pencurian pasir dari Pink Beach ini pertama kali diungap disampaikan Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Mabar Frans Subur saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Balai TNK di Labuan Bajo, Senin (21/8).

“Saya menduga ada pencurian Pasir merah yang diangkut dalam jumlah banyak. Kini pasir itu berhasil diamankan pihak Bandara Udara Komodo Labuan Bajo,” ujar Frans.

Baca: http://www.padarnews.com/2017/08/22/dprd-mabar-ungkap-dugaan-pencurian-pasir-merah-dari-pink-beach/

Mantan Ketua Kader Konservasi Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Surion Adu Florianus menegaskan aksi pencurian pasir merah dari Pink Beach di kawasan laut Komodo, Labuan Bajo merupakan kejahatan yang luar biasa.

Sebab, jangankan mengambil atau mencuri pasir termasuk karang di kawasan itu, memindahkan atau sengaja merubah bentuk bentangan alam serta ekosistem dalam kawasan konservasi TNK saja tidak boleh karena akan merusak nilai kawasan TNK sebagai kawasan konservasi.

“Saya kira, pelaku pencurian pasir merah ini harus ditangkap segera. Ini kejahatan luar biasa yang tidak dapat ditolerir,” tegas Florianus yang juga dipanggil Fery Adu ini di Labuan Bajo, Rabu (23/8).

Baca: http://www.padarnews.com/2017/08/23/fery-adu-pencuri-pasir-pink-beach-adalah-kejahatan-luar-biasa/

UU No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemdalam pasal 19 ayat (1) menyebutkan melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam dikenakan Pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Sedangkan di pasal 21 ayat (1) dijelaskan, Mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia dihukum dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

 

Komentar