Uang Beredar Juli Capai Rp5.166,4 Triliun

6
Penulis: Eko Cahyo
Editor: Alex M
Uang Beredar/Ilustrasi
Share :

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juli 2017 tetap tumbuh meskipun melambat. Posisi M2 sebesar Rp5.166,4 triliun atau tumbuh 9,2% (yoy), melambat dibanding dengan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,3% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman menjelaskan, berdasarkan komponennya, perlambatan pertumbuhan M2 bersumber dari komponen uang kuasi dan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) yang masing-masing tumbuh 8,1% (yoy) dan 12,2% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juni 2017 yang sebesar 9,2% (yoy) dan 13,2% (yoy).

Sedangkan berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 terutama disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus). Kontraksi operasi keuangan Pempus ini tercermin dari kewajiban kepada Pempus (simpanan Pempus di BI dan perbankan) yang tumbuh meningkat dari 20,9% (yoy) pada Juni 2017 menjadi 37,7% (yoy) pada Juli 2017.

Suku bunga kredit menurun, sejalan dengan kecenderungan penurunan suku bunga simpanan berjangka. Pada Juli 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,73%, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,77%.

Demikian halnya dengan suku bunga simpanan dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat 6,56%, 6,89%, dan 7,04%, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,62%, 6,95% dan 7,05%.

“Di sisi lain, suku bunga simpanan dengan tenor 1 dan 24 bulan mengalami sedikit peningkatan masing-masing menjadi 6,32% dan 6,96% dari bulan sebelumnya sebesar 6,30% dan 6,95%,” pungkasnya.

Komentar