Presiden: Krisis Kemanusiaan di Myanmar Harus Segera Dihentikan

14
Penulis: Indah Puspitasari
Editor: Galuh Putri
Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9)
Share :

JAKARTA-Pemerintah Indonesia terus berkomitmen membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar, termasuk bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.

Salah satu bentuk aksi nyata pemerintah yaitu dengan mengutus Menteri Luar Negeri berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar segara menghentikan kekerasan, serta  memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, termasuk memberikan akses bantuan kemanusiaan.

“Menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terjadi di Rakhine State, Myanmar,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9).

Presiden menegaskan, perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman dalam mengatasi aksi kekerasan yang menimpa warga Rohingya itu. “Pemerintah berkomitmen membantu mengatasi krisis kemanusiaan disana. Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini, harus segera dihentikan!,” tuturnya.

Presiden mengaku telah menugaskan Menlu Retno Marsudi guna menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Sekjen PBB Antonio Guterres, dan Komisi Penasehat Khusus untuk Rakhine State Kofi Annan.

Sementara untuk penanganan aspek kemanusiaan dan konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan, ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah juga telah membangun sekolah di Rakhine State. dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai pada bulan Oktober akan datang di Rakhine State.

“Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik,” sambung Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan, telah menugaskan Menlu untuk terbang ke Dhaka, Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh.

Diharapkan minggu ini, lanjut Presiden, pemerintah akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.

“Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan,” pungkas Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden saat menyampaikan pernyataan pers itu, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) A.M. Fachir.

 

Inilah 9 point pernyataan Presiden Jokowi sehubungan dengan terjadinya aksi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine State di Myanmar, dengan ini saya menyatakan:

  1. Menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.
  2. Perlu sebuah aksi nyata, bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.
  3. Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.
  4. Dan sore tadi Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan.
  5. Untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.
  6. Pemerintah Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.
  7. Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.
  8. Saya juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Dhaka, di Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.
  9. Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini, harus segera dihentikan!

 

Komentar