Bendungan Wae Racang Dali Kecamatan Welak Harus Segera Dibangun

239
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Mantan Kepala Pengairan Lembor, Simon Sabu
Share :

WELAK-Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) diminta untuk segera merealisasikan rencana pembangunan Bendungan Wae Racang Dali di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT. Dengan total luas areal persawahan potensial Daerah Irigasi Wae Racang Dali sejumlah kurang lebih 1.200 ha, masyarakat sangat membutuhkan sebuah irigasi permanen.

Mantan Kepala Irigasi Lembor Simon Sabu mengungkapkan bahwa dengan total debit air di Wae Racang Dali sebesar 2.3 kubik per detik maka kebutuhan warga di wilayah itu untuk mendapatkan air irigasi yang layak sangatlah memungkinkan.

“Masyarakat miskin kita banyak. Mereka butuh irigasi teknis. Lahan besar tetapi bahwa debit air terlampau besar untuk mencukupi kebutuhan air sawah-sawah mereka,” ujarnya.

Simon menjelaskan, Daerah Irigasi Wae Racang Dali ditunjang oleh 5 (lima) mata air diantaranya Wae Cunca Polo, Wae Rengge dan Wae Mano sehingga mampu mensuplay kebutuhan air bagi warga di sekitarnya.

“Lihat saja besarnya volume air di Wae Nengke itu, kasihan terbuang cuma cuma,” urainya.

Simon mengaku, rencana pembangunan DI Wae Racang Dali pernah  disurvey oleh tim teknis pengairan dari Tingkat Provinsi bahkan juga dari Pusat.

Namun sayangnya, hingga kini belum juga dibangun tanpa menjelaskan apa alasan dibalik belum dibangunnya bendungan ini.

“Masyarakat kita banyak yang miskin. Ini untuk rakyat kecil. Kasihan kita punya rakyat. Kita di sini makan nasi, mereka di sana makan Raut (ubi hutan yang mengandung racun). Debit oke, lahan oke. Jadi kenapa tidak kita bangun saja “, ujar Simon Sabu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Salah seorang tokoh pemuda dari Kampung Datak Onsi Mato, mengaku sangat mengharapkan pembangunan Bendungan Wae Racang Dali bisa direalisasikan. Hal itu pasti akan sangat membantu puluhan ribuan warga miskin di wilayah ini.

Onsi mengilustrasikan, andai saja ada 100 ha sawah teknis di daerah ini, dengan panen sebanyak 3 kali sudah bisa mendatangkan miliaran rupiah per tahunnya.

” Kita kalikan saja 100 ha x 5.000 kg x 3 kali panen x harga 7.000 per kg total 1.050 miliar. Itu luar biasa sekali bagi kami di sini. Apalagi kalau bicara ribuan hektare, Anda bisa bayangkan saja “, ujar Onsi penuh semangat.

” Saya kira terlalu luar biasa rasa hormat dan syukur kami jika Presiden Joko Widodo mengabulkan doa kami ini,”  kata Onsi Mato pula.

Areal Dataran Wol, Kecamatan Welak

Sementara itu Kepala Bidang Pengairan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Barat, Kasmir Mbombe,  ketika dimintai konfirmasi mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan bendungan itu dibangun.

“Saya tidak punya kewenangan. Itu di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II di Kupang,” ujar Kasmir singkat.

Sementara itu, terkait rencana menjadikan Dataran Wol Nengke sebagai lahan sawah ke depannya, salah seorang warga di Kampung Wol Nengke, Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak, Servas Sudin mengaku tanah ulayat tersebut sudah diserahkan oleh masyarakat setempat ke Pemda Manggarai Barat untuk pengembangan kabupaten ke depannya.

Informasi beredar menyebutkan, penyerahan ulayat Lingko Wol ini sendiri yang disahkan oleh Kepala Desa Golo Ronggot hanya sekitar 100 hektar saja. Artinya dari total lahan potensial DI Wae Racang Dali sebanyak 1.200 hektar, pembukaan Bendungan dan jaringan irigasi teknis memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kecamatan Welak, Manggarai Barat.

Komentar