Total Aset Keuangan Syariah Capai Rp387,87 Triliun

1
Penulis: Galuh Putri
Editor: Alex M
Ilustrasi
Share :

JAKARTA-Perkembangan sektor keuangan syariah hingga Juni 2017 memperlihatkan trend positif. Pertumbuhan rata-rata aset (yoy) telah mencapai rata-rata 25,02% dalam 5 tahun terakhir.

“Dengan total aset sekitar Rp387,87 Triliun, industri perbankan syariah mampu mengelola hampir 23,9 juta rekening dana masyarakat, melalui kurang lebih 2600 kantor jaringan di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/9).

Sejauh ini, sektor keuangan syariah memiliki perbankan syariah memiliki 13 Bank Umum Syariah, 21 UUS dan 167 BPRS.

Aset perbankan syariah tersebut telah mencapai 5,42% dari aset perbankan di Indonesia.

Untuk sektor pasar modal syariah, berdasarkan data per Juni 2017, jumlah saham yang termasuk daftar efek syariah (DES) mencapai 355 saham atau 59,65% dari seluruh saham yang listing di pasar modal.

Adapun nilai outstanding dari total 65 sukuk korporasi saat ini adalah Rp14,66 triliun atau 4,37% dari nilai outstanding seluruh sukuk dan obligasi korporasi.

Selain itu, terdapat 151 Reksa Dana Syariah dengan total Nilai Aktiva Bersih mencapai Rp18,91 triliun atau 26,83% dari total NAB Reksa Dana.

Sementara itu jelasnya, pada sektor industri keuangan non-bank syariah terdapat 130 perusahaan yang menyelenggarakan usaha berdasarkan syariah, terdiri dari 58 perusahaan asuransi syariah atau reasuransi syariah, 66 lembaga pembiayaan syariah dan 6 perusahaan penjaminan syariah.

Dari 130 perusahaan dimaksud, perusahaan yang menyelenggarakan usaha syariah secara full pledged baru sebanyak 12 perusahaan asuransi, 26 lembaga pembiayaan syariah dan 2 perusahaan penjaminan.

“Pada akhir Juni 2017, IKNB Syariah mengelola aset sebesar Rp97,61 triliun, yang terdiri dari Rp37,37 triliun dari sektor asuransi dan reasuransi syariah, Rp 59,40 triliun dari sektor pembiayaan syariah, dan Rp831.78 miliar dari sektor penjaminan syariah,” pungkasnya.

 

Komentar