Ruang Kelas Tak Memadai, Siswa SDI Daleng Gunakan Lorong Untuk Belajar

175
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Ibu Guru, Elisabeth Bn Ambot, S.Pd sedang mengajar siswa-siswi Kelas 2A SDI Daleng
Share :

LEMBOR-Kondisi SDI Daleng Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT sangat memprihatinkan. Pasalnya, ruang kelas SDI Daleng ini tidak memadai untuk mendukung kelancaran proses belajar dan mengajar.

Bahkan selama ini, sebanyak 82 siswa sekolah SDI Daleng menggunakan lorong dan gudang serta gedung perpustakaan untuk kelancaran proses belajar mengajar.

Untuk itu, Kepala Sekolah Inpres Daleng, Hipolitus Darmin, S.Pd meminta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Mabar membangun 4 Ruang Kelas Baru (RKB).

Tambahan RKB ini lantaran ruang kelas yang ada tidak memadai lagi. “Ada dua rombongan belajar yang gunakan sekat antar gedung atau lorong, dan dua lagi gunakan gudang ukuran 2×4 meter,” ujarnya.

Kepsek SDI Daleng, Kecamatan Lembor, Hipolitus Darmin, S.Pd

Hipolitus mengatakan, dengan total jumlah siswa SDI Daleng sebanyak 323 orang siswa, tentu sangat sulit untuk dilakukan pergantian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di antara rombongan belajar ini. “Ruangan kelas memang tidak ada,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan oleh ketiga guru kelas 3C SDI Daleng, Yustina Ndung, S.Pd.

Dia mengungkapkan sebanyak 18 orang muridnya terpaksa menggunakan gudang sekolah untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Namun dengan ukuran ruangan yang sangat sempit yakni hanya sekitar 2×4 meter persegi maka proses belajar mengajar menjadi sangat tidak ideal. “Ruangnya tidak memadai. Coba lihat, anak-anak berdesakan saat mengikuti pelajaran,” ujar guru yang mengajar mata pelajaran Matematika ini.

Kondisi lebih parah dialami oleh murid-murid kelas 2 A dan 2 B.

Elisabeth Bn. Ambot, S.Pd guru kelas 2A dan dua puluh dua siswa siswinya bahkan ber-KBM di samping gedung perpustakaan, di luar ruangan sama sekali.

“Ya beginilah kondisi kami sehari-hari. Kalau musim hujan, kami pindah di lorong sekolah,” ungkap Elisabeth.

Salah satu lorong yang dipakai untuk kegiatan belajar di SDI Daleng

Dan Helena Jelita, S.Pd guru kelas 2B pun menuturkan hal yang sama seperti rekan – rekannya. “Anak-anak Kelas 2A sejumlah 21 orang ini gunakan lorong ini setiap hari,” pungkasnya.

Kepsek SDI Daleng, Hipolitus mengaku sudah menyampaikan kondisi sekolahnya kepada Dinas PKO Mabar. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi penambahan RKB.

“Semoga SDI Daleng ini segera diperhatikan. Sebagai sekolah yang sering berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Manggarai Barat ini, semoga harapan kami bisa dikabulkan,” ujar Darmin berharap.

Komentar