Kemdikbud Canangkan ProGAS di SDK Longgo Mabar

92
Penulis: Pol Jhon
Editor: Lita Rafael
Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula tengah berbincang dengan Isteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ny Suryan Widati Muhadjir
Share :

LABUAN BAJO-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia. Salah satunya dengan mencanangkan Program Gizi Anak Sekolah Dasar (Progas).

Di Kabupaten Manggarai Barat, Isteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ny Suryan Widati Muhadjir beserta rombongan Kemendikbud didampingi Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula menghadiri kegiatan Penguatan ProGAS di SDK Longgo Desa Watu Nggelek Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT Sabtu (16/09).

Turut hadir juga Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (Direktur PSD) Kemendikbud Wowon Widaryat dan pejabat Kemendikbud lainnya, Ketua Tim Penggerak PKK Mabar, Ny. Wyes Dula, Kadis PKO Magol Marten,S.Pd, Kadis Pengendalian Pendududuk, KB ,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir.Puji Astuti, Kades Watu Nggelek Kec.Komodo.

ProGAS merupakan salah satu bentuk intervensi Kemendikbud untuk menjawab permasalahan banyaknya anak-anak sekolah yang tidak mendapatkan asupan sarapan yang memadai.

Direktur PSD Kemendikbud Wowon Widaryat menyebutkan jumlah sasaran ProGAS tahun ini adalah siswa-siswi SD dari 563 sekolah di 11 kabupaten.

“11 kabupaten tersebut berada di lima provinsi yaitu Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Barat, dan Papua,” ujarnya.

Pemilihan lokasi sasaran ProGAS, menurut Wowon, didasarkan pada kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta termasuk dalam kategori 1 dan 2 pada Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia. Peta tersebut diterbitkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) pada tahun 2015.

ProGAS merupakan salah satu bentuk intervensi Kemendikbud untuk menjawab permasalahan banyaknya anak-anak sekolah yang tidak mendapatkan asupan sarapan yang memadai.

“Kurangnya asupan sarapan itu berdampak pada status gizi buruk, konsentrasi belajar menurun, dan ketahanan fisik menurun. Akibatnya kualitas belajar anak menurun,” ujar Wowon.

Bupati Gusti sangat mendukung upaya peningkatkan mutu pendidikan melalui ProGAS yang dicanangkan Kemendikbud.

Program tersebut tidak hanya membiasakan anak untuk sarapan sebelum berangkat sekolah. Tetapi juga mengedukasi orang tua mengenai pentingnya sarapan sebelum anak pergi ke sekolah.

Sebelumnya menurut Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Manggarai Barat, Magol Marten, S.Pd pada bulan Maret 2017 lalu Tim Kemendikbud telah melaksanakan bimbingan teknis Program Gizi Anak Sekolah (Progas) disekolah dasar di Laprima Hotel, Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.

 

Komentar