Wisata Kampung Adat Wae Rebo Lebih Mudah Lewat Wae Liang, Repi Lembor Selatan

306
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Paulus Setahu, S.Sos/Camat Lembor Selatan bersama Abdul Ganir, SH/Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat
Share :

LEMBOR-Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak lokasi wisata kelas dunia yang menakjubkan.

Selain binatang purba Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai juga memiliki daerah wisata, Wae Rebo, sebuah desa adat yang menyimpan sejarah budaya yang panjang, terletak di atas ketinggian 1200 Mdpl.

Lokasinya di lembah yang diapit beberapa punggungan membuat desa kecil itu menjadi indah dan menawan. Namun untuk mencapai desa itu tidak mudah, wisatawan harus mendaki membelah hutan sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam.

Akan tetapi, kini, ada jalan lain yang lebih cepat menuju Kampung Adat Wae Rebo.

Akses menuju desa Wisata Budaya Warisan UNESCO ini akan lebih dekat jika melalui jalur Wae Liang, Lembor Selatan, Manggarai Barat.

“Jalan kaki ke Wae Rebo dari Wae Liang, Desa Repi hanya butuh waktu kurang lebih 1,5 jam,” ujar Camat Lembor Selatan Paulus Setahu, S.Sos kepada padarnews.com Selasa (19/9).

Bahkan kata Camat Paulus,akses dari Wae Liang, Desa Repi ini pun akan semakin singkat dan lebih mudah jika jalan dari Wae Togo ke Wae Liang pengaspalan jalan di sepanjang ruas 5 kilometer selesai dilakukan.

Camat Paulus mengaku, wisawatan tidak akan kesulitan jika melewati Wae Liang, Repi Lembor Selatan. Sebab, banyak potensi wisata di daerah Lembor Selatan ini.

Selain itu, sarana pendukung pariwisata juga sudah tersedia, termasuk ragam akomodasi yang sekaligus bisa menjadi pilihan wisatawan.

“Sudah ada homestay di Watu Weri yang dibangun oleh orang asing, sehingga wisatawan akan dimanjakan dengan pantai Watu Weri yang asri. Juga mereka bisa mandi air panas di Golo Lado,” ujar Camat Paulus.

Terkait dengan rencana kunjungan tamu-tamu peserta Annual Meeting IMF di Bali pada Bulan Oktober 2018 nanti ke Wae Rebo, Camat Paulus mengaku sangat positif bagi peningkatan citra pariwisata di Manggarai dan Manggrai Barat ini.

Untuk itu, dia berharap pemerintahan Manggarai Barat melanjutkan pengaspalan jalan menuju Wae Liang agar tamu Annual Meeting IMF itu nantinya tidak akan kecewa jika hendak melalui Wae Liang ke Wae Rebo.

“Ya tergantung Pemkab dan juga Dewan Mabar,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Mabar dari Dapil Lembor Selatan,  Abdul Ganir, SH mendukung penuh perbaikan infrastruktur di wilayah Lembor Selatan ini.

“Kita akan dukung, tidak mungkin kita tolak,” tegas Ganir yang juga wakil rakyat dari Nisar, Nangabere, Lembor Selatan ini.

Ganir menjelaskan keberpihakan pembangunan sarana prasarana dasar di wilayah Desa Repi harus diperhatikan. Sebagai akses terdekat dan termudah ke Wae Rebo ini, perbaikan sarana pendukung ini dilakukan karena potensi wisata laut dan darat di Lembor Selatan sangat banyak, khususnya sepanjang pantai selatan Manggarai Barat ini.

Baik Camat Paulus maupun anggota DPRD Abdul Ganir sependapat bahwa pengembangan wisata Wae Rebo melalui entry point di Wae Liang, Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan ini tidak akan ditentang oleh Kabupaten Manggarai.

“Tidak akan jadi soal. Toh mereka yang akan tarik karcis masuknya, kan ? “, ujar kedua bersamaan.

Ganir pun menegaskan bahwa Pemkab Mabar sudah mulai serius memperhatikan pembukaan akses sekaligus pengembangan wisata sepanjang pantai selatan Manggarai Barat.

“Tahun ini (2017) sudah mulai pembukaan badan jalan dari Werloka menuju Nangabere. Itu pasti akan terus berlanjut ke depannya,” pungkasnya.

Komentar