Desa Liang Dara Gandeng PDAM Wae Mbeliling Urus Air Bersih

oleh -30 views
Direktur PDAM Wae Mbeliling, Aurelius H. Endo
Share :

LABUAN BAJO-Pemerintah Desa Liang Dara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling untuk bersama mengelola air minum bersih di desa itu. Kerjasama ini sesuai permintaan masyarakat desa setempat.

“Masyarakat di desa kami menginginkan agar air minum di sana dapat dikelolah secara lebih profesional dan baik oleh PDAM,”tegas Kepala Desa Liang Dara, Karolus Vitalis kepada padarnews.com di Kantor PDAM Labuan Bajo, Rabu (20/9).

Dia menjelaskan, Desa Liang Dara memiliki tiga anak kampung masing-masing Kampung Cecer, Kampung Mello dan Kampung Mamis. Ketiga anak kampung ini memiliki jumlah penduduknya sebanyak 215 kepala keluarga.

Namun selama ini pengelolaan air bersih yang didukung dana desa dan sumber dari APBD II Manggarai Barat selalu tidak menjawab kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu masyarakat desa sepakat untuk menyerahkan pengelolaan air bersih ini kepada PDAM Wae Mbeliling.

Menurutnya, permintaan masyarakat itu sesungguhnya sudah didahului dengan pertemuan bersama pihak PDAM Wae Mbeliling bersama masyarakat di tiga rumah gendang beberapa bulan lalu. Dan sekarang hanya tinggal pemanfaatannya saja.

Dia optimis ini akan berjalan baik karena semua usulan ini berasal dari masyarakat langsung. “Kami yakin, kalau air ini dikelolah oleh PDAM maka akan menjadi lebih baik dirasakan masyarakat,”ujarnya

Sementara itu Direktur PDAM Wae Mbeliling, Aurelius H. Endo memberikan apresiasi positif atas keputusan masyarakat Desa Liang Dara.

Dia menegaskan para prinsipnya pihaknya akan selalu berjuang menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kendati demikian hal itu masih butuh proses dan waktu untuk pembenahan agar lebih baik.

“Bagi kami yang terpenting sudah ada sinyal dari masyarakat maka kami siap bekerja,”tegasnya

Lebih lanjut Rely sapaannya mengatakan Desa Liang Dara merupakan desa yang menjadi sumber mata air terbesar untuk kota Labuan Bajo. Karena itu pihaknya berkomitmen untuk siap bekerjasama dengan masyarakat desa itu termasuk managemen pengelolaan yang nanti dapat dibicarakan bersama.

“Target kita bisa satu bulan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Apalagi ada keinginan masyarakat begini, semuanya akan lebih mudah,”tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *