Kemenperin Promosikan 3 Kawasan Industri ke Investor Jepang

16
Penulis: Eko Cahyo
Editor: Alex M
Direktur Utama Sriwijaya CBD, Gadiza Fauzi
Share :

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mempromosikan potensi investasi kawasan industri Indonesia di luar pulau Jawa kepada sejumlah investor di luar negeri. Salah satu negara potensial yang dilirik Indonesia adalah investor dari Jepang.

Untuk menggaet investor Jepang ini, Kemenperin menggelar kegiatan Promosi Investasi Kawasan Industri Indonesia di Tokyo, Osaka, dan Yokkaichi City, Jepang, pada 13-15 September 2017.

Acara yang dihadiri oleh Kamar Dagang Industri Jepang, Dirjen Kementerian Perindustrian Osaka, Walikota Yokkaichi dan para pelaku industri serta perbankan Jepang ini diberi tajuk Seminar Economic Development and Industrial Estate.

Acara difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian bersama Kedutaan Besar serta Konsulat Jeneral RI untuk Jepang.

Dalam forum investasi kawasan industri Indonesia di Jepang tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono menjadi pembicara utama, bertempat di KBRI Tokyo yang dihadiri pula Wakil Dubes RI untuk Tokyo Jepang serta 40 pengusaha Jepang.

Dalam kesempatan promosi ini, 3 kawasan industri Sriwijaya Central Business District (Sriwijaya CBD), Kemingking Jambi dan Palu diberikan kesempatan untuk memperkenalkan keunggulannya.

Menurut Haryono, tiga kawasan industri yang tengah dibangun ini sangat prospektif untuk investor. Apalagi, ketiganya terletak di lokasi yang strategis serta didukung fasilitas infrastruktur yang memadai, termasuk sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan oleh industri.

Karena itu, Haryono memastikan peluang berinvestasi di Indonesia semakin menjanjikan keuntungan bagi para investor.

Haryono menjelaskan, Sriwijaya CBD, sangat strategis untuk investasi. Selain terletak ditengah kota metropolitan Palembang, kawasan Sriwijaya CBD juga memiliki luasan 307 hektare. “Karena itu, Sriwijaya CBD akan menjadi solusi bisnis terlengkap di Palembang nanti,” urainya.

Direktur Utama Sriwijaya CBD, Gadiza Fauzi, menjelaskan para investor Jepang yang selama ini khawatir akan kemacetan, juga tampak antusias untuk berinvestasi di Palembang.

Selain kota ini sudah maju, Palembang dianggap baik dalam menangani kemacetan dengan membangun sarana transportasi yang canggih. “Transportasi kota lancar, sudah ada LRT dan upah minim regional (UMR) relatif lebih murah dibading Jawa,” imbuhnya.

Gadiza menyampaikan Sriwijaya CBD memiliki sejumlah keunggulan kompetitif sehingga layak menjadi tujuan investasi.

Keunggulan itu antara lain posisi SCBD yang menjadi satu-satunya pintu untuk masuk Palembang dari tol trans Sumatera yang menghubungkan dari Aceh ke Lampung.

Bahkan, letaknya dari pintu tol Gandus ke pintu masuk SCBD hanya 1 km saja.

Selain itu jelasnya, kawasan Sriwijaya CBD juga dekat dengan bandara, kantor pemerintah Kota sehingga memudahkan untuk pengurusan ijin atau administrasi.

“Sriwijaya CBD juga dekat dengan pelabuhan Boom Baru Palembang sehingga untuk transportasi distribusi barang lebih mudah. Dengan demikian, biaya logistik makin murah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gadiza mengatakan Sriwijaya CBD juga sudah mempersiapkan fasilitas infrastruktur pendukung agar memudahkan investor yang hendak berinvestasi.

“Sriwijaya CBD didukung fasilitas penunjang yang terintegrasi yaitu antara lain Water treatment plant, sistem drainase, pengolahan Limbah (IPAL) terpadu, ketersediaan air,listrik, gas, fiber optic, dll untuk mendukung kegiatan produksi,” terangnya.

Master Plan Sriwijaya CBD ujar Gadiza juga dirancang dengan sistem cluster yang lengkap dengan tersedianya area industri, komersial, juga residensial sehingga SriwijayaCBD ini akan menjadi pusat bisnis strategis terpadu yang berada didalam kota Palembang.

“Meskipun kawasan ini berada ditengah kota, kawasan SCBC ini paling lengkap karena terdapat perkantoran, rumah sakit, sekolah, perumahan dan daerah komersil yang masing-masing kompleks cluster memiliki pintu masuk dan pintu tersendiri sehingga terjaga privacinya,” imbuhnya.

“Disamping itu, ada juga driving race untuk entertaint bagi pelaku industri yang ada didalamnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Direktur Sriwijaya CBD Intan Fauzi Fitriyadi, kawasan Sriwijaya CBD ini cocok untuk pengembangan komoditas seperti, karet, sawit, kopi, batubara dan industri logam. “Kawasan Sriwijaya CBD juga bagus untuk industri pengemasan, perakitan elektronik, perakitan otomotif, service otomotif karena lokasinya bisa langsung masuk ke tol trans Sumatera,” ungkapnya.

Kendati berada di tengah kota, konsep Sriwijaya CBD ini berbeda dengan kawasan industri yang lain. “Kawasan Sriwijaya CBD dijaga oleh green belt (kawasan hijau) pohon-pohon rindang. Kami juga menjaga agar industri yang masuk itu yang non pollutant (tidak memberikan polusi bagi lingkungan) atau ramah lingkungan,” terangnya.

Lebih lanjut, Intan Fauzi mengatakan infrastruktur pendukung pengembangan Kawasan Industri di Sumatra khususnya Gandus Kota Palembang sudah sangat siap. Hal ini sesuai dengan agenda prioritas Pemerintahan Jokowi-JK yang terus mendorong pengembangana investasi diluar Pulau Jawa.

“Tol Trans Sumatera yang terhubung dengan tol Kapalbetung (KayuAgung, Palembang, Betung) saat ini sudah dalam pembangunan untuk pintu masuk dan keluar Kota Palembang yang berada di SS Gandus dimana Kawasan Industri Sriwijaya CBD berada,” pungkasnya.

 

Komentar