Bupati Gusti: Peringatan HPS Merupakan Wujud Kepedulian Akan Pentingnya Pangan

156
Penulis: Ramos/Petrik
Editor: Aleks Marten
Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula ketika memberikan sambutan pada peringatan HPS tingkat Kabupaten Manggarai Barat tahun 2017 di Waning Desa Waning-Ndoso Sabtu (14/10). Foto: padarnews.con.
Share :

WANING-Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula menegaskan Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diselenggarakan tiap tahun merupakan salah satu bentuk wujud kepedulian kita akan pentingnya pangan bagi kebutuhan manusia. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi manusia.

“Pangan yang bermutu, bergizi, dan berimbang merupakan suatu prasyarat utama bagi kepentingan kesehatan, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat,” tegas Bupati Gusti Dula saat memberikan sambutan pada puncak peringatan HPS, tingkat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2017 yang dilaksanakan di Waning Desa Waning Kecamatan Ndoso, Sabtu (14/10).

Menurut Bupati Gusti Dula, peringatan HPS ini juga harus dimaknai sebagai moment untuk menyadarkan kita sebagai unsur yang membutuhkan pangan agar selalu berpikir dan bertindak bagaimana memperoleh pangan yang cukup secara terus menerus baik jumlah maupun mutu. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini (peringatan HPS; red) bukan kegiatan asal-asalan yang tidak memiliki tujuan,” katanya.

Dijelaskankannya, penyelenggaran HPS  setiap tahun merupakan salah satu bentuk intervensi Pemerintah atas situasi kondisi alam yang cenderung tidak bersahabat yakni masa paceklik. Bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan kekeringan selalu menjadi pemicu bagi masyarakat gagal panen yang berakibat pada rawan pangan.

Intervensi Pemerintah untuk mengatasi berbagai kejadian di masyarakat selama tahun 2016 sampai 2017 sudah dilakukan. Pemerintah telah menyalurkan bantuan pada masyarakat lewat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sebanyak 8,5 ton pada tahun 2016, sedangkan tahun 2017 sebanyak 5,18 ton. “Namun celakanya, tiap kondisi rawan pangan selalu yang menjadi solusi adalah ketersediaan pangan lokal beras. Masyarakat selalu merasa asing dengan pangan lokal non beras,” katanya.

Bupati Gusti Dula bersama Camat Ndoso Fransiskus Tote.

Lebih lanjut Bupati dua periode ini menuturkan tema peringatan HPS pada tahun 2017 ini baik Nasional, provinsi maupun kabupaten sangatlah strategis. Tema Nasional misalnya, Diversifikasi Pangan sebagai Penggerak Ekonomi Menuju Kedaulatan Pangan, Provinsi “Pengembangan Pangan Lokal menjamin Kecukupan Pangan menuju NTT yang Bermartabat dan berdaulat Pangan dan Tema Kabupaten “Penganekaragaman Pangan Lokal menjamin Ketersediaan Panganmenuju Kedaulatan Pangan Masyarakat Manggarai Barat”.

Ketiga Tema tersebut menurut dia, menunjukan betapa pangan itu merupakan kebutuhan yang sangat vital dan mendasar. Karena itu dirinya menghimbau kepada semua komponen khusunya petani untuk melihat pangan itu bukan hanya beras tetapi semua pangan yang kita tanam seperti jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Baik yang dikonsumsi langsung maupun setelah diolah.

Bupati Gusti Dula melakukan foto bersama dengan Juara I Lomba Cipta Menu Pangan Olahan Berbahan Baku Lokal, Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Foto: padarnews.com

Lomba Cipta Menu Pangan Olahan Berbahan Baku Lokal, Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang sudah dilakukan harus dipandang sebagai motivasi untuk meningkatkan ketrampilan sedangkan menunya harus diterapkan di keluarga masing-masing.

“Lomba Cipta Menu  Pangan Olahan hanyalah sebuah motivasi untuk meningkatkan ketrampilan. Jangan kita hanya semangat di sini, di rumah tidak kita terapkan,” katanya penuh harap.

Kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir  Bupati Gusti mengingatkan, tercapainya ketahanan pangan bukanlah pekerjaan sektoral tetapi merupakan pekerjaan lintas sektoral. Karena itu dia meminta agar OPD-OPD teknis melakukan pendataan dan analisa kondisi ketahanan pangan dengan meningkatkan koordinasi antar OPD terkait.

Sedangkan masyarakat, agar menyajikan dan menyampaikan data yang benar untuk selanjutnya dianalisa secara benar sehingga dengan demikian Pemerintah mengambil kebijakan/keputusan sesuai yang diharapkan.

“Saya yakin jika hal ini yang terjadi maka bukan tidak mungkin dalam waktu mendatang di Mabar, kita tidak akan mendengar berita/informasi rawan pangan, gisi butuk atau busung lapar,” ujarnya.

Komentar