Empat Nelayan Korban Kapal Tenggelam di Pulau Komodo Ditemukan

818
Penulis: Pol Jhon
Editor: Lita Rafael
Korban Kapal Tenggelam Sudirman (30) alias Kule
Share :

LABUAN BAJO-Setelah melakukan pencarian panjang dan melelahkan, 4 dari 6 orang korban (bukan 7 orang) kapal nelayan asal Bima yang tenggelam, Rabu (18/10) lalu akhirnya ditemukan tim gabungan pada Sabtu (21/10) di Torong Langkoe. Sedangkan dua orang korban lainnya masih dalam proses pencarian tim Basarnas.

Keempat korban yang berhasil ditemukan itu bernama H. Amin, Eko Patrio dan Samsul. Ketiganya ditemukan di Pulau Kaleng sekitar pkl.18.30 wita

Sementara korban bernama Sudirman (30) alias Kule ditemukan di arah Barat Pulau Komodo dengan posisi terapung di laut dengan pelampung yang dipeluknya.

Seperti disaksikan media ini di Pelabuhan Laut Labuan Bajo, korban dihantar dengan speedboat milik Kantor Pelabuhan Laut Labuan Bajo bersama tim lainnya.

Saat turun dari kapal speed itu, korban langsung dihantar dengan mobil ambulance yang sudah lama menunggu menuju Puskesmas Labuan Bajo. Warga pesisir yang mengetahui kejadian itu tumpah ruah di atas jembatan kapal itu, tak ketinggalan ibu-ibu dan anak-anak ingin melihat dari dekat kondisi korban.

Sudirman saat turun dari kapal digotong karena kondisi badan sudah lemah dan loyo. Tidak mengenakan baju dibadannya, hanya sebuah sarung yang membungkus tubuhnya.

Salah satu anggota Tim Gabungan, Dani Kase dari Ditpolair BKO Labuan Bajo kepada media ini menuturkan korban ini ditemukan di titik koordinat 08.42.469 derajat lintang selatan dan 119.20.432 derajat lintang utara tepatnya di sekitar perairan Lengkoe.

Dia mengisahkan korban ditemukan saat tim gabungan dan kapal nelayan lainnya sedang melakukan pencaharian. Korban melambaikan tangan sehingga saat evakuasi, korban sedang terapung di dalam air laut dengan bertahan pada sebuah pelampung.

Ketika tim melakukan evakuasi, korban tampak lemas dan nyaris kehabisan tenaga, dari tubuhnya ditemukan luka gesekan pada bagian dada dan kaki. “Badannya lemah dan hampir tak bertenaga saat kita evakuasi naik ke kapal,”ujarnya

Korban langsung diberi pertolongan darurat dengan memberi makan dan minum air lalu sih antar denga speed ke rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, tim Basarnas Labuan Bajo masih melakukan pencaharian terhadap korban lainnya masing-masing H. Amin, Samsul, Eko Patrio, Durhama dan kapten kapal Abululi.

Sebelumnya diberitakan 6 orang nelayan asal Kabupaten Bima NTB tenggelam di Torong Lengkoe pada hari Rabu sekitar pkl.13:-00 wita.

Nelayan ini membawa pukat atau jaring untuk menjaring ikan. Namun saat berangkat dari kampung Rompo, Desa Rompo, Kecamatan Langudu, Kabupaten Bima, dan setelah berlayar lalu tiba di Torong Lengkoe, kapal yang bernama KM. Rajawali, GT 04 itu dihantam gelombang tinggi dan angin kencang hingga kapal ini tenggelam.

Komentar