Yayasan Kehati-Pemkab Mabar Kembangkan 10 Hektare Sorgum di Lembor

167
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Share :

LEMBOR-Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) bekerjasama dengan Yayasan Kehati dan PT Hino Motor Sales Indonesia mengembangkan tanaman sorgum pada lahan seluas 10 hektar di Lokasi Persawahan Poco Koe, Lembor, Mabar. Upaya ini dalam rangka menjaga ketahanan pangan masyarakat serta pelestarian ekosistem.

Acara Launching Penanaman 10 Hektar Sorgum dan 1.000 Bambu dihadiri Camat Lembor, Paulus Malu, Manager Program Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Puji Semedi Hanggarawati dan Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia Hiroo Kayanoki di Lokasi Persawahan Poco Koe, Lembor, Manggarai Barat Senin (6/11).

Sorgum (Sorghum bicolor) merupakan komoditas pangan. Tanaman biji-bijian ini manfaatnya antara lain sebagai sumber pangan dan pakan ternak. Bijinya mengandung karbohidrat cukup tinggi. Tanaman ini juga merupakan salah satu bahan baku berbagai industri, seperti gula cair (sirup), etanol, lem, cat, dan kertas.

Selain didukung oleh Indonesian Biodiversity Trust Fund serta PT Hino Mobil Indonesia, laucnhing sorgum yang juga menggandeng Aliansi Petani Lembor dan Perhimpunan Petani Pangan Lokal NTT dan Pemkab Mabar ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat dan konservasi ekosistem.

“Atas nama Bupati Manggarai Barat dan seluruh warga Kecamatan Lembor, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bersama ini. Semoga apa yang menjadi tujuan dari program ini dapat dicapai,” ujar Camat Paul.

Sementara itu, Manager Program Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Puji Semedi Hanggarawati mengatakan pengembangan tanaman sorgum sejalan dengan isu ketahanan pangan pemerintahan Jokowi.

Karena itu, diharapkan pengembangan sorgum ini bisa menjawab kebutuhan pangan lokal di Pulau Flores umumnya dan Kabupaten Manggarai Barat khususnya.

Menurutnya, pengembangan sorgum saat ini menyebar ke  beberapa wilayah Kabupaten di Pulau Flores.

“Manggarai Barat, Ende, Larantuka dan Lembata adalah wilayah pengembangan kami. Kami juga menjalin kerja sama dengan Mama Sorgum atau Maria Loretta yang sudah lama berkecimpung dalam Program Pengembangan Sorgum ini,” terangnya.

Dia menjelaskan, area Persawahan Poco Koe dipilih sebagai area pengembangan Sorgum karena lahannya cocok untuk pengembangan sorgum. “Konsentrasi kami saat ini adalah ketersediaan sorgum untuk konsumsi. Apalagi tanaman ini bergizi tinggi,” ujarnya.

“Sorgum ini cocok untuk penderita diabetes atau para diabet. Dan ini sudah dijadikan sebagai makanan tambahan bagi beberapa Puskesmas di Flores termasuk di Puskesmas Wae Nakeng, Lembor sendiri,” tuturnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Hino Motors Sales  Indonesia Mr. Hiroo Kayanoki  mengatakan keikutsertaan perusahaannya dalam pengemvangan sorgum ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaannya.

”Hino Indonesia ingin membangun ketahanan pangan, melestarikan keanekaragaman hayati lokal dan memberdayakan masyarakat,” imbuhnya.

Karena itu, dia berharap program pengembangan sorgum ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Selain itu, kami berharap agar program ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan agar dapat memberikan manfaat tertinggi,” imbuhnya.

Komentar