Esthon: NTT Butuh Pemimpin Berwawasan Global

15
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Esthon Foenay didampingi Awang Notoprawira Ketua DPW PAN NTT.
Share :

RUTENG-Bakal Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Esthon Foenay mengatakan pemimpin NTT ke depan harus visioner serta berwawasan global. Sebab tantangan yang dihadapi semakin kompleks menyangkut berbagai aspek kehidupan, baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

“Untuk menjadikan daerah kita ini maju dengan ekonomi yang kuat maka kita butuh pemimpin yang dapat melihat peluang dan tantangan ke depan, sehingga dapat membawa daerah kita ini menjadi lebih baik, lebih sejahtera, lebih mandiri, dan mampu bersaing secara global,” ujar Esthon di sela – sela Acara Deklarasi dan Pengukuhan Tim dan Relawan Esthon-Chris Kabupaten Manggarai di Gedung Asummpta Paroki Kathedral Ruteng, Jumat (10/11).

Menurutnya, pemimpin yang berwawasan global sangat dibutuhkan NTT saat ini.
Apalagi, di era masyarakat ekonomi Asia (Asian Economic Community), masalah sumber daya manusia (SDM) semakin memperoleh perhatian serius dari hampir seluruh masyarakat Asia.

Era ini juga disebut sebagai millenium ke-3, yang dianggap sebagai puncak badai globalisasi yang menerpa kawasan Asia Tenggara.

Kondisi seperti ini tentu akan berpengaruh terhadap akselerasi perubahan di seluruh lini kehidupan manusia, baik itu sosial, politik, ekonomi dan budaya.

“Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar maka dia haruslah memiliki pengetahuan yang luas (global). Kalau tidak maka kita akan tertinggal,” ujarnya.

Esthon mengatakan NTT sebagai bagian dari dunia global tidak mungkin bisa membendung setiap perubahan yang terjadi. Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini mengharuskan setiap pemimpin daerah harus bertindak cepat.

“Dan tugas pemimpin adalah menjaga dan melindungi sekaligus mengarahkan warganya agar mendapatkan benefit secara ekonomi dari semua perubahan yang terjadi,” tegasnya.

Saat ini jelasnya, bangsa Indonesia, termasuk NTT tengah memasuki era ekonomi digital. Karena itu, SDM masyarakat NTT harus dipersiapkan agar bisa bersaing di bidang e-commerce ini.

Kendati demikian, Esthon mengaku, pengembangan ekonomi digital ini tetap memperhatikan potensi ekonomi lokal yang ada di NTT.

Kekuatan ekonomi lokal ini akan diberdayakan akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat NTT. “Budaya warisan leluhur merupakan kekuatan yang harus dijaga, dipelihara sekaligus dilestarikan dan dikembangkan secara positif untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Itu kekuatan lokal kita yang harus dijaga dan dilestarikan terus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pasangan duet dari Christian Rotok ini berjanji akan mengutamakan pengembangan ekonomi berbasih daerah jika diberi amanah oleh rakyat NTT untuk memimpin. “Kita bangun rakyat di desa, kekhasan lokal baik keterampilan, adat isitiadat misalnya tenun ikat, itu yang akan kita kembangkan,” tuturnya.

Ditegaskan, potensi ekonomi lokal merupakan salah satu motor penggerak roda perekonomian daerah dan nasional. Jika ekonomi lokal kuat maka kontribusinya bagi pembangunan ekonomi sangat besar.

“Jadi, basis ekonomi lokal diperkuat dan diberdayakan. Harus ada langkah nyata dan keberpihakan bagi pemberdayaan ekonomi lokal di tengah arus globalisasi dewasa ini yang kian menggerus ekonomi lokal,” tegasnya.

Karena itu, Esthon meminta warga NTT agar memilih pemimpin yang memiliku komitmen kuat membangun daerahnya. “Jangan sampai memilih pemimpin yang salah nantinya. Karena pilihan kita menentukan masa depan kita dimasa mendatang,” pungkasnya.

Komentar