Jembatan Wae Cewo II ‘Memerdekaan’ Warga Dari Ancaman Banjir

272
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Pekerjaan Jembatan Wae Cewo II di Desa Wae Mose, Kecamatan Selatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)/photo dok Abdul Ganir
Share :

LEMBOR SELATAN-Warga Kampung Sambir, Desa Wae Mose, Kecamatan Selatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi pekerjaan Jembatan Wae Cewo II yang diperkirakan selesai tepat waktu.

Jembatan terletak di Desa Wae Mose ini telah memerdekaan warga dari ancaman banjir setiap musim hujan tiba.

“Kehadiran jembatan ini sudah menjawab permasalahan kesulitan transportasi akibat banjir saat musim hujan tiba. Biasanya setiap kali musim hujan, kami tidak bisa ke mana- mana lagi karena banjir besar Wae Cewo. Namun sekarang sudah tidak lagi,” ujar Warga Sambir, Yosep Sudarso (38) beberapa waktu lalu.

Yosep mengaku, kehadiran jembatan Wae Cewo II bernilai staregis bagi warga.

Selain berfungsi sebagai askses utama penghubung antar desa untuk mempermudah kelancaran diberbagai sektor, kehadiran jembatan ini merupakan infrastruktur penting untuk menunjang dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

“Dari sektor pertanian jembatan memiliki peranan vital yaitu dapat mempermudah penyaluran sarana produksi seperti benih, pupuk, peralatan pertanian dan hasil panen,” tuturnya.

Senada dengan Yosep, Warga Sambir yang lain seperti Dominikus Human (66) mengaku betapa susahnya warga Sambir ketika musim hujan tiba.

“Eme uhang kaut le poso ge anak, legong kaut nggitu anak koe awo beo ga. Soo mek nganceng lewat, mese wa’a wae. Kadang we’e duat le wie ko le gula mek sumang anak kesep rehong wa’a. Woko poli ne nggo’o gi so mek nganceng sale awo hami hoo ga. (Red- Kalau hujan sudah turun di pegunungan, anak-anak terpaksa ditinggalkan sendirian di rumah. Terkadang kalau sudah banjir, kami baru bisa kembali ke rumah larut malam bahkan pagi berikutnya menunggu banjir surut. Sudah selesai begini (jembatan), kami leluasa untuk pergi pulang ke sawah,” tuturnya.

Dia juga memjui pekerjaan Jembatan Wae Sewo sangat cepat. Bahkan, para pekerja dan kontraktor tidak pernah meninggalkan pekerjaan mereka.

“Gelang eme lelo le mata dami kerja d anak soo ai hoo mek se wulang ihe kerja’d ndoo. Lete laho ami mai porong kerja dihe, manga terus ata kerja nggitu kole kraeng hiod ngara’n kerja hoo. (Red-Cepat kerja jembatan ini menurut pengamatan mata saya. Setiap hari kami datang nonton pekerjaan mereka, selalu ada pekerja begitu juga pemilik pekerjaan ini.” kata Dominikus Human sambil menunjuk ke arah seorang pria berbaju kaos warna merah.

Yosep Sudarso/kanan, bertopi dan baju putih dan Abdul Ganir, SH saat Kunker ke lokasi Jembatan Wae Mose II/photo dok Abdul Ganir

Paket Pembangunan Jembatan Wae Cewo 2, dengan Nomor Kontrak PUPR.630/508/VII/2017 senilai Rp 2.950.077.000 (Dua Milyar Sembilan Ratus Lima Puluh Juta Tujuh Puluh Tujuh Ribu Rupiah) waktu pengerjaannya dimulai Tanggal 12 Juli 2017. Dengan masa pekerjaan selama 150 hari, pekerjaan akan tepat akan berakhir pada Tanggal 15 Desember 2017 nanti.

Kontraktor PT Lando Arlicae Jaya Frederikus Kunbua, menegaskan pekerjaan Jembatan Wae Cewo II ini akan selesai tepat waktu tanggal 9 Desember 2017.

“Kita masih punya sisa waktu pekerjaan 15 hari ke depan. Senin sudah cor lantai dan 9 Desember 2017 dipastikan selesai,” terangnya.

Dia menerangkan, akan mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Untuk mencapai target tersebut akan dilakukan Sistem Kerja Lembur sembari memastikan semua material sudah on site (ada di tempat kerja).

Sedangkan untuk menantisipasi cuaca hujan, Fredi mengatakan sudah dipersiapkan terpal hujan untuk memperlancar proses dan mutu pengecoran lantai.

Anggota DPRD Mabar, Abdul Ganir, SH dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Masa Kerja Ketiga (29/11 – 2/12/2017) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap masyarakat Kampung Sambir, Wae Mose yang senantiasa mengamati jalannya pekerjaan ini termasuk kepada kontraktor.

“Saya bangga dengan warga Sambir yang selalu ada di lokasi ini untuk melihat pekerjaan jembatan ini, walau sekedar datang nonton.  Begitu pula terhadap cara kerja kontraktor seperti ini. Kelihatan kalau punya komitmen terhadap pekerjaan bukan seperti kontraktor yang kerja jembatan Wae Mese (Naga) oleh PT Karunia Baru Ende yang tidak jelas itu,” pungkas Ganir.

Komentar