Bupati Mabar Utus Asisten I Tangani Korban Bencana di Lembor

106
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Salah seorang ibu yang rumahnya hancur dihantam angin puting beliung
Share :

LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula menugaskan Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Mabar, Drs. Benediktus Banu untuk memimpin secara langsung proses penanganan bencana angin puting beliung yang menghancurkan puluhan di Desa Poco Rutang dan Kelurahan Tangge Kecamatan Lembor yang terjadi pada Kamis (7/12) kemarin.

“Saya sudah menugaskan dan memerintahkan Asisten I, hari ini ke Lembor agar bersama Camat dan unsur Tripika segera melakukan gerakan kemanuasian dengan membuka posko Bantuan di Lembor,” kata Bupati Gusti Dula melalui sambungan telpon, yang menuju Kota Solo Jawa Tengah untuk menghadiri acara penerimaan Piagam HAM yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Jumat (8/12).

Bupati Gusti mememerintahkan Asisten I untuk memperioritaskan penanganan terhadap warga. Mayarakat yang terkena musibah harus segera dibantu pada kesempatan pertama.

Bupati Mabar mengaku sangat prihatin dengan peristiwa bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Poco Rutang dan Kelurahan Tangge Kecamatan Lembo. Pasalnya, dalam waktu sekejap puluhan rumah hancur.

“Ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk membantu para korban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Mabar 2 periode ini menjelaskan untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga di Desa Poco Rutang dan Kelurahan Tangge, akan dipakai Dana tanggap darurat/bencana.

Berdasarkan informasi dari Sekretaris Daerah Manggarai Barat dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai Barat selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) Dana Tanggap Darurat/Bencana masih tersedia. “Sekda telah memberikan laporan kalau dana tanggap darurat/bencana maish tersedia,” katanya.

Mekanismenya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, mengajukan permohonan pencairan kepada Bupati melalui BUD. Dalam permohonan tersebut juga disertakan laporan bencana dengan surat pernyataan bencana.

Karena itu pasca terjadinya bencana angin putting beliung, pihak BPBD dan Dinas Sosial sudah diperintahkan ke lokasi bencana untuk mendaptkan data riil korban dan pada saat yang sama administrasi pencairan dana bantuan bencana diproses sesuai aturan yang berlaku.

Selain dari dana Tanggap Darurat/Bencana, bukan tidak anggaran mungkin juga dari APBD tetapi itu perlakuannya khusus karena memiliki rambu-rambu regulasi. Tetapi gerakan peduli dengan membuka posko bencana ini adalah spontanitas dari sesama warga yang didasari oleh gerakan moral.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Benediktus Banu yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku sudah berada di Kecamatan Lembor dan langsung berkoordinasi dengan Camat Lembor dan unsur Tripika. “Saya sekarang sudah berada di Lembor sesuai perintah di Bupati Manggarai Barat. Dan saat ini saya sedang melakukan koordinasi dengan Camat serta unsur Tripika Kecamatan Lembor,” katanya.

Dia mengaku tengah bersama Camat dan Unsur Tripika Kecamatan Lembor sudah melihat lokasi bencana dan mendata semua warga yang menjadi korban bencana angin putting beliung. Hasil koordinasi akan segera disampaikan kepada Bupati/Wakil Bupati Manggarai Barat.

 

Komentar