PDIP Mabar Solid, Siap Menangkan Marianus-Nomleni

66
Penulis: Frans Gulat
Editor: Lita Rafael
Kantor PAC PDIP Kabupaten Manggarai Barat
Share :

LABUAN BAJO-Keputusan DPP PDI Perjuangan  menetapkan Marianus Sae dan Emmilia Julia Nomleni sebagai Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018 menimbulkan kekecewaan bagi kader. Akibatnya, sejumlah kader moncong  putih pun memilih mundur berjamaah dari partai.

Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes.

Ray secara resmi mundur diri dari jabatan Ketua DPC sekaligus keluar dari keanggotaan PDI Perjuangan. Sikap ini diambil Raymundus karena PDI Perjuangan dinilai tidak lagi mempertahankan nilai dan ideologi partai. Namun tidak demikian dengan kader PDI Perjuangan di Manggarai Barat (Mabar).

Ketua DPC PDI Perjuangan Mabar, Darius Angkur menegaskan tetap loyal dan taat atas keputusan DPP PDI Perjuangan.

“Kami wajib mengamankan keputusan DPP. Kami loyal dan taat asas terhadap apa pun kewenangan DPP PDI Perjuangan,” tegasnya.

PDI Perjuangan Mabar kata Darius Angkur siap berjuang untuk memenangkan Marianus- Nomleni.

“Kami sudah berkomitmen untuk senantiasa tunduk pada keputusan partai. Apalagi, pasangan yang telah di tetapkan itu sudah dikaji dari berbagai aspek. Jadi, tugas kami sebagai kader menjalankan apa yang sudah diputuskan,” tuturnya.

Sebelumnya, anggota DPR asal NTT, Herman Herry menghargai pilihan politik Ray Fernandes.

“Mundur, lebih ksatria, sesuai amanat ketua umum PDIP yang menyatakan kalau tidak cocok dengan PDIP, sebaiknya mundur saja baik-baik daripada jadi pengkhianat dan akhirnya dipecat juga,” kata Herman.

Menurutnya, PDI Perjuangan tidak kekurangan kader. “PDI Perjuangan tidak kekurangan kader yang bagus-bagus, yang loyal dan dan berkualitas. Satu orang mundur, sepuluh orang akan masuk! Kader PDI Perjuangan yang menentang keputusan DPP segera kami pecat dan PAW,” pungkasnya.

 

Komentar