Terkait Hilangnya Warga Swedia, Imigrasi Didesak Sweeping Dive Asing

oleh -46 views
Share :

LABUAN BAJO-Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) di desak bersama tim gabungan dari Kepolisian, Pariwisata serta instansi teknis lainnya untuk segera melakukan sweeping terhadap setiap dive operator terutama warga asing yang bekerja di Labuan Bajo.

Desakan ini mencuat pasca hilangnya wisatwan asing, Patriece Cairille Marie, 76 tahun warga negara Swedia di pulau Siaba Besar, Kawasan Taman Nasional Komodo, Rabu lalu. Pasalnya sudah banyak tamu wisatawan asing yang hilang saat menyelam yang difasilitasi oleh penyelam asing yang bekerja di daerah ini.

Desakan itu disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Bersatu (Nuansa) Kecamatan Komodo, Florianus Surion Adu kepada padarnews.com di Labuan Bajo, Sabtu (30/12).

“Kita desak pihak Imigrasi dan instansi teknis lainnya untuk segera melakukan sweeping dan pemeriksaan tegas terhadap para drive operator terutama warga asing yang bekerja di Labuan Bajo,”tegasnya

Tim SAR Labuan Bajo. Foto: Istimewa

Dikatakan kejadian baru-baru ini dengan hilangnya seorang wisatawan asal Swedia menambah citra buruk wajah pariwisata di daerah ini. Sudah tercatat sedikitnya 5 orang tamu wisatawan manca negara yang hilang saat menyelam. Karena itu keberadaan semua penyelam yang berkebangsaan asing perlu dilakukan pemeriksaan segala perlengkapan dan standarisasi seorang penyelam apakah terpenuhi atau tidak.

Menurutnya situasi dan kondisi alam dan perairan Labuan Bajo sangat berbeda dengan darah lainnya ketika mereka hendak melakukan olahraga menyelam ini. “Mereka jangan samakan daerah kita dengan daerah mereka, kondisi arus bawah laut dan cuaca,”jelasnya.

Dirinya menegaskan dive guide yang membawahi tamu dan menyebabkan hilangnya warga Swedia ini harus bertanggungjawab dan tidak boleh cuci tangan dan proses hukum. Peristiwa semacam ini bukan baru sekali ini saja tetapi sudah berulang-ulang sehingga menjadi pelajaran untuk selanjutnya.

“Patut diduga ini kelalaian seorang dive guide. Dia harus diproses hukum karena ini soal pelayanan kita terhadap tamu,”tegasnya

Desakan senada dikemukakan Dive Master Instruktur, Stanislaus Stan. Kepada media ini dirinya menegaskan agar dive guide yang membawahi tamu dalam kapal KM.Ombak Biru ini harus bertanggungjawab.

Meskipun dia seorang warga asing namun standarisasi seorang dive guide harus dipenuhi dalam melayani tamu saat hendak menyelam. Sebab jika diabaikan bisa berdampak buruk seperti ini. Apalagi kalau ini tamunya sudah berusia 70-an tahun maka wajib dilakukan medical cek up terlebih dahulu sebelum menyelam.

“Saya lihat ini dive guide abaikan standar yang kami pakai. Dia harus dimintai pertanggungjawaban,”tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *