Pagelaran HUT Mabar ke-15 Momen Kebangkitan Seni

227
Penulis: frans gulat
Editor: lita rafael
Kabag Humaspro Mabar Paulus Jeramun, M.Si saat menerima Roy Jordi, Mart Sakeus dan Eusobius Ohayo di ruangan kerjanya (13/02)
Share :

LABUAN BAJO-Pagelaran Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ke 15 merupakan salah momen kebangkitan seni putra-putri Mabar. Betapa tidak, diajang ini, seluruh putra-putra Mabar diberi ruang untuk unjuk kebolehan dalam bidang seni, baik seni suara maupun seni tari.

Kabag Humaspro Mabar, Paulus Jeramun, M.Si mengajak seluruh seniman untuk terlibat aktif memeriahkan HUT Mabar ke-15.

“Siapapun, kalau mau bergabung silahkan. Silahkan unjuk kebolehan dalam bidang seni. Tadi malam sudah terbentuk Komunitas Musik Mabar,” ujar Paulus saat ditemui diruang kerjanya saat menerima beberapa seniman lukis Rabu (14/2).

Paulus mengaku,  Pemda Mabar mendukung pengembangan seniman local di Mabar. Hal ini ditunjukan dengan pembentukan komunitas  seni di bumi Komodo ini.

“Pemkab Mabar memang terus berupaya mempromosikan Wisata Ramah Memikat (Enchanting) di Labuan Bajo,” jelasnya.

Dia mengaku, seni memainkan peran penting dalam memajukan wisata seperti di Jogjakarta dan Bali. Karena itu, seniman -seniman muda Mabar diminta untuk pro aktif.

“Mari proaktif, Pemda siap memberi dorongan. Harapannya akan banyak bermunculan komunitas seni lainnya. Asalkan kita saling menghargai dan menghormati orang-orang yang berpotensi,” ucapnya.

Mart Sakeus dan lukisannya.

Sementara itu seniman lukis asal Nggorang, Komodo, Mart Sakeus menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemda Mabar melibatkan para seniman dalam rangkaian HUT Mabar ke-15 ini.

“ Luar biasa. Ini pertama kali saya terlibat dan kayaknya baru kali ini Pemda Mabar membuka ruang bagi para seniman untuk menunjukkan bakat,” ujar seniman yang biasa disapa Mart.

“Motivasi saya bahwa kita adalah yang mendorong kemajuan Daerah ini melalui seni. Ini semangat saya untuk menjadi pelopor Kota Labuan Bajo sebagai Kota Seni,” ungkapnya.

Seniman lukis lulusan ISI Jogja ini pun berharap agar Pemda Mabar menggelar pameran besar secara rutin ke depannya. Hal ini penting agar keberlangsungan seni tetap terjaga dan semakin berkembang.

“ Sudah sering kami lakukan pameran tetapi tentu diharapkan agar Pemda Mabar mempunyai agenda rutin untuk mewadahi para seniman berkreasi demi kemajuan Mabar tercinta ini,” imbuhnya.

Dalam pameran seni lukis HUT Mabar ke-15 terlibat pula seorang seniman muda bernama Roy Jordi siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Komodo, Labuan Bajo.

Roy pemuda 13 tahun asal Kampung Pampa, Rekas merupakan seniman penyandang cacat Tuna Rungu dan juga Tuna Wicara, namun memiliki bakat seni lukis yang sangat luar biasa.

Menurut alah seorang pembinanya Eusobius Ohayo, Roy Jordi memiliki daya tangkap seni yang jauh di atas rata – rata para siswa SLBN Komodo lainnya.

Roy cepat menangkap materi yang diberikan pembimbingnya dan sangat berbakat sekali,” urainya.

Bakat Roy seniman muda yang luar biasa ini diamini pula oleh Mart Sakeus selaku pembimbing.

Mart bahkan menilai bahwa Roy seniman disabilitas (keterbatasan fisik) ini memiliki bakat di atas mahasiswa seni lukis sekalipun.

“ Saya berani mengatakan ini bahwa Roy memang berbakat luar biasa,” pungkasnya.

Komentar