Tari Merak dan Reog Ponorogo Meriahkan Festival Komodo 2018

348
Penulis: frans gulat
Editor: lita rafael
Penampilan Tarian Merak oleh Etnis Bali di Malam Semarak Festival Komodo 2018.
Share :

LABUAN BAJO- Semarak Festival Komodo 2018 terus menggema dengan menampilkan berbagai macam atraksi seni dan budaya dari seantero Indonesia. Memasuki malam kedua kegiatan yang menjadi kalender tahunan Pemerintahan Manggarai Barat (Mabar), dua tarian tradisional populer di Indonesia yakni Tarian Merak asal Pulau Dewata Bali dan Reog Ponorogo, Jawa Timur juga ditampilkan dipanggung festival ini.

Dibawakan oleh 2 penari perempuan etnis Bali di Labuan Bajo, Tarian Merak membawa suasana Bali di Kota Labuan Bajo melalui bunyi musik gamelan Bali dan lenggak lenggok kedua penarinya.

Festival ini semakin marak dengan penampilan tarian kolosal Reog Ponorogo, Jawa Timur.

Dibawah pimpinan grup Reog Etnis Jawa Seto, penampilan grup tarian khas Jawa Timur ini membuat ribuan penonton yang memadati Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung Labuan Bajo terkesima.

“Kami ingin tunjukan Tarian Reog Ponorogo ini sebagai bentuk kecintaan etnis Jawa di Labuan Bajo untuk Kabupaten Manggarai Barat. Dan mohon pengertian agar para penonton agak menjauh dari arena. Jangan sampai terjadi hal – hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata pengarah Tarian Reog melalui pengeras suara.

Tarian Kolosal Reog Ponorogo yang ditampilkan oleh Etnis Jawa di Festival Komodo 2018.

Saat Tarian kolosal Reog Ponorogo dimainkan oleh para penari kejadian tidak terduga terjadi. Seketika hujan cukup lebat mengguyur Arena Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung dan seluruh Kota dan listrik pun padam.

Sementara itu sebelumnya Etnis Nagekeo membawakan Tarian Ako Woja dari anak- anak SMPN Nggorang dan lagu dan tarian khas etnis Nagekeo.

“Kita ingin tunjukan bahwa inilah Kota Wisata Labuan Bajo, kota Bhinneka Tunggal Ika,” ujar adis Pariwisata dan Budaya Mabar Theodorus Suhardi, M.Si.

Komentar