15 Tahun Manggarai Barat Hebat

oleh -62 views
Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula dan Wabup, Maria Geong
Share :

Begitu tepatnya untuk mengungkapkan betapa pesatnya kemajuan kota Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat saat ini sejak Manggarai Barat ditetapkan sebagai sebuah kabupaten otonom 15 tahun lalu.

Labuan Bajo di bawah kepemimpinan Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Drs Agustinus Ch Dula dan Wakil Bupati drh. Maria Geong, Ph.D berubah menjadi sebuah tanah ‘terjanji’, yang mendorong ratusan ribu wisatawan keluar masuk, silih berganti datang mengunjungi kota ini. Bahkan jumlah wisatawan yang datang dalam satu tahun kalender saat ini, melebihi jumlah warga Kecamatan Komodo itu sendiri yang hanya berjumlah kurang lebih 50 ribu jiwa.

Pesatnya aktifitas kota Labuan Bajo secara khusus di sektor pariwisata telah merubah wajah kota ini dari yang tadinya hanya sebatas sebuah kota nelayan menjadi kota futuristic atau kota masa depan. Investasi-investasi yang bernilai besar ramai menghampiri kota ini sehingga mendorong perekonomian daerah dan masyarakatnya ikut menggeliat bak jamur di musim hujan. Investasi-investasi ini telah memberi warna baru pertumbuhan dan perkembangan kota Labuan Bajo sekaligus memberi ruang berusaha dan berkarya bagi generasi-generasi muda di Manggarai Barat.

Untuk mengukur seberapa pesatnya kemajuan Manggarai Barat di sector pariwisata dapat dilihat dari indicator sebuah daerah ditetapkan sebagai sebuah daerah destinasi wisata prioritas nasional. Suatu daerah disebut sebagai sebuah destinasi wisata apabila memiliki 3 elemen dasar atau yang sering sering disebut dengan TRIPLE A, yaitu ATRAKSI yaitu memiliki daya tarik obyek-obyek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Binatang Komodo yang ada di di Pulau Rinca dan Pulau Komodo tetap menjadi ikon utama pariwisata Labuan Bajo, selain itu keindahan Pulau Padar sebagai salah satu spot hiking, pantai pink beach, manta point, sebayur, sabolo, dll sebagai spot-spot utama pecinta snorkeling dan diving telah berubah menjadi daya tarik unggulan lain selain Komodo.

Di darat sendiri, Labuan Bajo juga memiliki daya tarik-daya tarik wisata seperti Gua Batu Cermin, Kawasan Kuliner Kampung Ujung, Top View Puncak Waringin dan menuju kearah selatan air terjun cunca wulang, cunca rami di sano nggoang dan desa wisata adat Liang Dara yang semakin melengkapi daya tarik wisata Labuan Bajo ini.  AKSESIBILITAS yaitu akses masuk ke Labuan Bajo baik udara, darat dan laut dimana saat ini sudah hamper 15 kali penerbangan keluar dan masuk Labuan bajo setiap harinya. Penerbangan langsung dari Jakarta pun sudah menambah kemudahan wisatawan menuju Labuan Bajo dengan hadirnya maskapai Garuda dan Batik Air, belum lagi jadwal FERI dan PELNI yang semakin intens keluar dan masuk pelabuhan Labuan Bajo. Serta AMENITAS yaitu fasilitas-fasilitas pendukung yang memberikan kenyamana bagi wisatawan selama berada di Labuan Bajo. Hotel-hotel berbintang yang semakin tumbuh dan berkembang, belum lagi menjamurnya pembangunan homestay-homestay bagi ‘backpacker’. Fasilitas air minum bersih, listrik, jalan raya serta pengolahan sampah yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah didukung oleh program-program yang datang dari pusat. Rumah sakit, perbankan dan money changer semakin melengkapi keberadaan Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata favorit di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *