Desa Primadona dan Insfrastruktur Dasar Jadi “Bench Mark” Paket TABIR

oleh -21 views
Antusias masyarakat elar mendengarkan pemaparan visi misi TABIR
Share :

BORONG-Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Tarsisius Syukur-Yoseph Biron Aur (TABIR) menawarkan konsep pembangunan lewat Program Desa Primadona Pembangunan guna mengatasi persoalan kesenjangan ekonomi dan disparitas pembangunan di Kabupaten Matim, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program Desa Primadona Pembangunan ini difokuskan pada peningkatan pembangunan di wilayah desa dengan lima agenda utama yakni  program Desa Makmur, Desa Pintar, Desa Sehat, Desa Hijau dan Desa Terbuka.

“Paket TABIR memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan di Kabupaten Manggarai Timur ini. Dan  kami sudah memiliki standar acuan (bench mark_red) guna mengatasi  kesenjangan yang ada di masyarakat,” ujar Cabup Tarsi Syukur usai melakukan sosialisasi di 202 titik kepada padarnews.com di Satar Teu (15/03).

Baca juga: ‘TABIR’ Layak Pimpin Manggarai Timur – http://www.padarnews.com/2018/03/12/tabir-layak-pimpin-manggarai-timur/

Dia  menjelaskan untuk mewujudkan sebuah desa makmur maka agenda pembangunan harus terfokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat lewat terobosan baru sesuai potensi desa.

Terobosan baru itu, seperti pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, perikanan dan pariwisata.

Di Bidang Pendidikan lanjut Tarsi, program Desa Primadona pembangunan mengagendakan program Desa Pintar.

Pada sektor ini jelasnya, TABIR fokus pada penataan sistem tata kelola manajemen pendidikan, peningkatan kualitas sarana dan prasana pendidikan serta peningkatan kesejahteraan guru.

Sementara untuk program Desa Sehat,  paket TABIR akan focus pada pembangunan Poskesdes dan perlengkapan penunjang. Hal ini merupakan salah satu bagian utama dalam mempersiapkan generasi sehat di desa.

“Selain itu penataan lingkungan bersih yang didukung dengan fasilitas air minum bersih termasuk penataan persampahan dengan menggiatkan masyarakat desa  cinta kebersihan,” urainya.

Dikatakannya untuk desa yang disiapkan paket TABIR  adalah mengembalikan kecintaan masyarakat untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya khususnya diwilayah pesisir yang gersang dengan menghidupkan budaya reboisasi lahan mangrove dalam rangka mengantisipasi abrasi pantai.

“Beberapa tempat di Kabupaten Manggarai Timur diperlukan reboisasi tanaman produksi,” terangnya.

Lebih lanjut, Tarsi mengatakan, persoalan yang sangat kursial adalah program Desa Terbuka.

Menurutnya, peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama sehingga memudahkan akses keluar masuk desa, memudahkan mobilisasi komoditi pertanian ke pasar serta membuka keterisolasian antar wilayah.

Dia mengattakan Program Desa primadonna  merupakan bentuk upaya mensejahterahkan masyarakat desa karena kemajuan pembangunan ditingkat Kabupaten, tergantung keberhasilan pembangunan ditingkat desa.

“Jadi, membangun kekerabatan antar desa  melalui pendekatan budaya menjadi sangat penting agar terbangun kohesi antara pemerintah dan rakyatnya,” ulasnya.

Di tempat yang sama Yos Byron Aur mengungkapkan kekesalannya atas disparitas pembangunan infrastruktur jalan di beberapa tempat seperti di Elar, Elar Selatan, Lambaleda dan di beberapa Kecamatan lain yang ada di wilayah administrasi Kabupaten Manggarai Timur.

Sebagai contoh ujarnya kondisi jalan di Lambaleda Timur dan Utara yang masih sangat buruk. Bahkan tidak pernah tersentuh oleh 10 tahun kepemimpinan pemerintahan saat ini.

“Tahun 1988-1992, saat ditunjuk menjadi camat Lambaleda, ditugaskan oleh alm. Bupati Frans Dula Burhan (Bupati Manggarai -red)  untuk menggali jalan bersama masyarakat setempat dari Gongger sampai Bawe. Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti yang di tanam di depan rumah dinas camat Sambi Rampas di Pota oleh Presiden Soeharto melalui Gubernur Ben Mboy pada saat itu,” jelasnya.

Namun kondisi jalan tersebut saat ini nyaris tak terurus. “Seharusnya pemerintah wajib menghargai rakyat penggali jalan di Kabupaten Manggarai Timur ini, termasuk masyarakat yang ada di Lambaleda ini,” ujarnya.

“Karena itu, jika Tuhan merestui maka TABIR akan menyelesaikan persoalan ini sebagai bukti pendekatan pelayanan publik  termasuk Lambaleda Timur dan Utara yang adalah bagian dari Kabupaten Manggarai Timur yang wajib menjadi perioritas utama dalam pembangunan,” pungkas Yos Byron Aur yang juga Mantan Camat 16 tahun di tiga Kecamatan yakni Camat lambaleda, Camat Poco Ranaka dan Camat Kuwus.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *