Sinergikan Program, Pemkab Mabar Gelar Forum OPD Pra-Musrenbang

58
Penulis: frans gulat
Editor: lita rafael
Bupati Kabupaten Mabar, Agustinus Ch Dula bersama Wabup, Maria Geong saat membuka Forum OPD Pra Mesrenbang di Labuan Bajo, Kamis (22/3)
Share :

LABUAN BAJO-Pemerintahan Daerah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menggelar Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra Musrenbang) Tingkat Kabupaten di Aula Utama Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (22/03).

Pra Musrenbang ini bertujuan menajamkan dan mensinergikan usulan program dan kegiatan prioritas.

Rapat Pra Musrenbang ini dibuka Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula. Hadir pula  Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D., serta beberapa orang Anggota DPRD Manggarai Barat.

Bupati Gusti menjelaskan, pra Musrenbang adalah Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), cikal bakal pelaksanaan Musrenbang yang sesungguhnya.

Salah satu tujuan Pra Musrenbang ini adalah mensingkronkan dan meletakkan  program dan kegiatan prioritas yang diusulkan Kecamatan di dalam Musrenbang Kecamatan, forum perangkat  daerah  termasuk pokok pokok pikiran yang disampaikan anggota DPRD dengan rencana kerja (renja) organisasi perangkat daerah.

Karena itu forum OPD ini sangat strategis dan penting.  Apalagi, materi yang dibahas adalah rencana kerja tahun 2019 mendatang.

“Pra Musrenbang adalah forum Strategis, cikal-bakal dan tahap pendahuluan, persiapan sekaligus pemantapan sebelum Musrenbang yang sesungguhnya digelar,” jelasnya.

Bupati Mabar ini mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk membahas tentang penentuan pembangunan yang semua programnya untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat.

Selain itu, Pra Musrenbang ini juga menyerap setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui usulan Musrenbang Kecamatan baik dari aspek kewenangan, prioritas, alokasi, volume dan aspek pagu indikatif.

Harapannya ujar Bupati Gusti, forum ini mampu meletakan rancangan rencana kerja OPD yang selaras,  dimana hasilnya nanti akan terkompilasi, tersinkronisasi dengan prioritas pembangunan daerah tahun 2019.

“Saya kira banyak hal yang akan dibicarakan dalam forum ini karena akan berhubungan dengan RPJMD. Agar RPJMD kita bisa berjalan dengan baik dan benar maka dibutuhkan komitmen dari forum OPD untuk bersama-sama melaksanakan seluruh program yang telah kita rencanakan, sehingga target kerja kita bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu pada tempat yang sama Wakil Bupati Maria Geong mengungkapkan Agenda Pembangunan Tahun 2019 tidak akan terlepas dari upaya pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Manggarai Barat. Sehingga program dan kegiatan pembangunan yang dirancang mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Harus dicatat Agenda Pembangunan Tahun 2019 tidak akan terlepas dari upaya pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Manggarai Barat,” jelasnya.

Ditambahkannya, Musrenbang merupakan tahapan dalam mekanisme penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang penyelenggaraannya melibatkan para pelaku pembangunan yaitu pemerintahan, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Karena itu, melalui kegiatan  ini semua pihak dituntut untuk mampu membuat perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, rasional, tepat sasaran, efisien dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Musrenbang Kabupaten yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret nanti jelas Maria, diawali dengan Musrenbang pada tingkat Desa dan selanjutnya tingkat Kecamatan.

Pada prinsipnya, usulan disusun dan disampaikan secara berjenjang atau bertingkat mulai dari level Desa/Kelurahan dan Kecamatan.

“Data usulan dari semua Desa/Kelurahan yang telah terkumpul, dibahas dan dimusyawarahkan,” ulasnya.

Hasil musyawarah Kecamatan ini dituangkan dalam satu dokumen berupa daftar usulan kegiatan Kecamatan yang akan diusulkan pada Musrenbang tingkat Kabupaten. Pada tahap Musrenbang Kabupaten, semua aspirasi yang masuk melalui Musrenbang Kecamatan akan ditampung bersamaan dengan usulan kegiatan dari setiap OPD.

“Sekali lagi mengulang apa yang disampaikan Pak Bupati, ini forum yang sangat strategis. Karena itu diharapkan kepada semua OPD untuk serius mengikuti pra Musrenbang ini. Karena nanti Forum akan membahas usulan–usulan yang masuk. Dan pada saat yang sama forum ini bisa dijadikan sebagai sarana dan fasilitas untuk melakukan koordinasi antara Kecamatan dengan OPD yang bersangkutan khususnya untuk melakukan singkronisasi terhadap usulan-usulan kegiatan setiap kecamatan,” jelasnya.

Annual Meeting

Sementara itu, terkait kedatangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan,  Bupati Gusti mengaku kunjungan Menko Kemaritiman merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Mabar yang sangat besar.

“Harus diakui selama ini banyak dana dari pusat untuk pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat. Dan yang akan datang terkait penyelanggaran rapat tahunan IMF dan Bank Dunia (Annual Meeting IMF-World Bank),” katanya.

Selama ini ujarnya, Annual Meeting IMF-World Bank ini hanya dilaksanakan di Amerika Serikat. Namun untuk tahun 2018 ini pelaksanaannya di Indonesia tepatnya di Bali.

Kabupaten Manggarai Barat mendapat keuntungan, karena Pemerintah Pusat memilih Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi tujuan peserta rapat itu nantinya. Konsekuensi dari penetapan tersebut, adanya pembenahan pada sector infrastruktur yang mendukung pariwisata.

“Saya minta agar pra Musrenbang ini juga bisa mengarah kepada kekurangan-kekurangan dalam persipan kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank. Mulai saat ini semua OPD harus mampu melihat mana yang perlu diperhatikan dan diangkat dalam kaitan dengan rapat tahunan tersebut. Intinya sektor pariwisata harus menjadi lokomotif utama untuk sentiasa didukung oleh sektor-sektor  lain. Maka penting bagi kita untuk saling mendukung dalam mencapai apa yang menjadi program bersama,” pungkasnya.

Komentar