Upah Dipangkas, Puluhan Guru THL Ngadu ke DPRD Matim

174
Penulis: Louis Mj
Editor: lita rafael
Para Guru sedang beraudensi dengan DPRD Matim
Share :

BORONG-Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Guru Tenaga Harian Lepas Manggarai Timur mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur (DPRD Matim) Senin (09/4).

Kehadiran para guru ini untuk memprotes kebijakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (PK Matim) Frederika Sock yang telah memangkas upah mereka selaku tenaga pengajar.

Para tenaga pendidikan ini disambut oleh Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur Lucius Modo dan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Djemain Utsman di ruangan Komisi A DPRD Manggarai Timur.

Kepada Wakil Rakyat ini, para guru mendesak agar Kadis PK Matim mengembalikan hak mereka selaku tenaga pengajar dengan upah yang layak.

“Beri kami upah yang layak seperti para THL lainnya yang mengabdi di sejumlah instansi di Kabupaten Manggarai Timur,” ungkap salah seorang guru saat beraudiensi dengan para anggota DPRD Matim.

Sebelumnya banyak guru merasa kecewa lantaran dialihkan dari guru THL jadi Guru BOSDA dengan alasan yang tidak jelas. Gaji merekapun berkurang dari Rp, 1.250.000, yang biasa diterima sebagai guru THL berkurang menjadi Rp.700.000, – setelah dialihkan menjadi guru BOSDA.

Sementara itu, jumlah guru THL di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 277 orang, sedangkan guru BOSDA sebanyak 2.383 orang

Para guru tersebut juga menjelaskan bahwa sebagai tenaga pengajar, mereka tidak mengetahui persoalan internal yang terjadi di dinas PK Matim terkait temuan BPK yang sebelumnya disampaikan oleh kadis PK Matim.

Komentar