Presiden Jokowi Diangkat Jadi Panglima Perang Asmat

19
Penulis: Galuh Puspitasari
Editor: Agus Eko
Suku Asmat, Papua memberi gelar khusus untuk Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi sebagai Panglima Perang.
Share :

TIMIKA-Presiden Joko Widodo diangkat sebagai `Cesmaipits` atau panglima perang Suku Asmat saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten pesisir selatan Papua yang hampir sebagian besar topografisnya berawa-rawa.

Kabag Humas Pemkab Asmat Reza Ba`adilla yang dihubungi Antara dari Timika, mengatakan pemberian nama panglima dan gelar adat tersebut ditandai dengan penyerahan Noken (tas orang Papua) dan Po (dayung) Asmat sepanjang tiga meter bertempat di Pelabuhan Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

“Ini adalah bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan masyarakat Asmat kepada Presiden Joko Widodo karena dukungan dan perhatian yang luar biasa Bapak Presiden kepada masyarakat Asmat,” kata Reza.

Dia menerangkan dayung merupakan simbol pemberian mandat kekuasaan dan kepemimpinan dalam adat Asmat untuk mendayung perahu Republik Indonesia agar tidak melenceng dari tujuan negara.

Sebelum penyerahan dayung, terlebih dahulu dilakukan ritual berupa tarian perang sebagai simbol keberhasilan orang Asmat setelah menaklukkan lawannya di medan perang.

Komentar