Selain Turis Perancis, Predator Sex di Labuan Bajo Juga Memperkosa Turis Italia

4312
Penulis: frans gulat
Editor: lita rafael
Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula saat menjenguk korban Melani di RS Siloam, Labuan Bajo
Share :

LABUAN BAJO-Perilaku predator sex berinisial A di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) benar-benar keterlaluan. Betapa tidak, selain memperkosa turis asal Perancis bernama Melani, pria bejat yang ditenggarai berasal dari Ende Flores ini juga menggagahi seorang wisatawan asal Italia.

Namun bedanya, turis asal Italia ini memilih mendiamkan kasus ini dan tidak melaporkannya kepada Polisi. Hal ini dibenarkan oleh Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula kepada media, di Labuan Bajo, Rabu (20/06).

Bupati Gusti sendiri sudah bertemu Melani dalam kunjungannya ke RS Siloam Labuan Bajo, tempat Melani di rawat.

“Saya sudah bertemu dengan gadis Perancis bernama Melani dan meminta RS Siloam membantu untuk memberi perhatian khusus,” ujarnya.

Bupati Gusti memastikan bahwa pelaku pemerkosaan ini bukan orang Manggarai. Hal ini terlihat dari photo yang beredar saat ini.

“Memang benar, korban pemerkosaan itu ada dua orang, satu gadis asal Perancis dan satunya lagi orang Italia. Pelakunya, bukan orang Manggarai. Saya sudah lihat fotonya. Bukan tipe orang Manggarai,” tegasnya.

Sebelumnya, Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Manggarai Raya mensinyalir, predator sex ini seorang psikopat dari Ende, Flores.

Bupati Gusti meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku pemerkosaan ini. Sebab, tindakannya ini merusak citra pariwisata Labuan Bajo yang sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai destinasi prioritas.

“Saya berharap agar pelaku tindakan biadab ini diberi hukuman seberat-beratnya. Dan kalaupun saat ini dia menghilang, para guide pasti tidak akan tinggal diam mencari dia,” ujar Bupati Gusti.

Bupati Mabar ini mengapresiasi kinerja aparat Kepolisian Mabar yang terus mengejar pelaku pemerkosaan ini.

“Saya juga memberi penghargaan kepada Kapolres Mabar yang sudah menggelar pertemuan dan memberikan pencerahan kepada para guide agar bekerja dengan baik dan benar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati Gusti meminta Dinas terkait untuk melanjutkan pembahasan Perbup yang sudah dikonsepkan. Hal ini agar dijadikan pedoman pengelolaan perlakuan terhadap wisatawan dan guide serta warga pelaku wisata.

“Peristiwa pemerkosaan ini kiranya menjadi pelajaran yang berharga bagi wisatawan untuk lebih berhati hati dan jangan ikut selera sendiri serta gegabah mempercayai guide yang tidak jelas,” pungkasnya.

Komentar