Penjual Miras Sopi Dijerat Pasal Mengancam Nyawa Orang

19
Penulis: frans gulat
Editor: Agus Eko
Barang Bukti (BB) Sopi yang disita oleh Polres Mabar.
Share :

LABUAN BAJO-Polres Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menerapkan Pasal 204 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan mengancam nyawa orang bagi penjual minuman keras (miras) jenis sopi berinisial H warga Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu, penjual miras juga dijerat dengan pasal 135 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Ancaman penjara maksimal 15 tahun hingga seumur hidup ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera.

Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumawardana, SiK, MSi mengatakan penerapan pasal tersebut akan diberlakukan bagi penjual miras.

“Kami melakukan penindakan terhadap peredaran miras ini karena banyak dikonsumsi oleh anak muda dan banyak juga pelanggaran hukum akibat mengkonsumsi miras ini,” kata AKBP Julisa.

Pasal 204 KUHP berbunyi:
(1) Barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, padahal sifat; berbahaya itu tidak diberi tahu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
(2) Jika perbuatan itu mengakihatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

Sedangkan Pasal 135 UU Pangan berbunyi: Setiap Orang yang menyelenggarakan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan/atau peredaran Pangan yang tidak memenuhi Persyaratan Sanitasi Pangan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Perkara ini diawali dengan ditangkapnya miras tradisional Sopi sebanyak 1.435 Liter di wilayah Nanga Kantor pada tanggal 12 April 2018 sekitar pukul 22.00 Wita.

Rencananya sopi tersebut akan diedarkan ke wilayah Bima NTB. Lalu sopi ini nantinya akan dioplos kembali dengan bahan pencampur lainnya sehingga bisa diperkirakan menjadi kurang lebih 2.500 Liter siap edar.

Bila sopi ditampung dengan botol aqua 600 ml bisa menghasilkan sebanyak kurang lebih 4100 botol dan bisa dikonsumsi oleh sebanyak 4100 orang pengkonsumsi miras jenis ini jika per botol per orang.
Saat ini kata Julisa, berkas perkara penjualan miras ini dinyatakan lengkap (P21). Selanjutnya, berkas perkara akan dilimpahkan ke Kejari untuk proses penegakan hukum lebih lanjut.

“Artinya lebih banyak mudharat yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi miras oleh para anak muda,” ujarnya.

Komentar