Tiga Nelayan Asal Borong Hilang di Laut Sawu

8
Penulis: frans gulat/ant
Editor: lita rafael
ilustrasi
Share :

KUPANG- Tiga nelayan asal Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan di perairan Laut Sawu. Adapun ketiga nelayan yaitu Indra Rusmi (23), Yusril Isak Mahendra (15) dan Marselinus Risman Cimpa (15)

“Sampai saat ini tiga nelayan itu belum ditemukan. Kami baru dilaporkan adanya peristiwa ini pada Kamis (12/7) malam,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere di Pulau Flores, I Putu Sudayana ketika dihubungi Antara dari Kupang, Jumat (13/7).

Peristiwa hilangnya ketiga nelayan itu terjadi pada Selasa (10/7) ketika mencari ikan di perairan sekitar Laut Sawu yang sedang dilanda gelombang tinggi disertai angin kencang.

“Menurut keluarga korban ketika nelayan itu pergi mencari ikan di perairan Laut Sawu, namun posisi kordinatnya tidak diketahui sehingga menjadi kendala dalam melakukan pencarian terhadap ketiga korban tersebut,” ujarnya.

Menurut Putu, upaya pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas Maumere serta unsur potensi SAR lainnya, seperti Lanal Maumere, Polair Polda NTT, BPBD Manggarai Timur serta Syahbandara di Pulau Flores dan Nusa Tenggara Barat untuk ikut membantu mencari ketiga korban yang belum ditemukan itu.

Dia juga mengatakan, Basarnas Maumere telah berkordinasi dengan stasiun radio pantai di NTT untuk menyiarkan berita kehilangan tiga korban itu kepada seluruh armada kapal yang melintas di perairan Laut Sawu untuk membantu mencari ketiga korban yang hilang.

“Posisi kordinat ketiga korban tidak diketahui sehingga tidak bisa dilakukan pencarian ke perairan Laut Sawu yang sangat luas, karena kapal yang nahas itu tidak dilengkapi dengan fasilitas telekomunikasi maupun GPS,” kata Putu.

Dia berharap, para nelayan di Pulau Flores agar selalu mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG karena cuaca di perairan Flores dan Sawu saat ini sangat buruk karena gelombang mencapai 1-2,5 meter disertai angin kencang sehingga tidak memungkinkan untuk melaut.

“Kami berharap kapal-kapal nelayan dilengkapi juga dengan fasilitas telekomunikasi dan GPS, sehingga ketika terjadi kecelakaan di laut akan memudahkan Basarnas untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan,” pungkasnya.

Komentar