NTT Bangun 4 Jembatan Penghubung, 2 di Flores

158
Penulis: Frans Gulat/ant
Editor: lita rafael
ilustrasi
Share :

KUPANG-Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun empat jembatan penghubung selama 2018 di antaranya dua di Pulau Flores, serta satu unit di Pulau Timor dan Sumba senilai Rp267 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre W Koreh kepada Antara di Kupang, Selasa (28/8) mengatakan alokasi pembangunan jembatan yang ditangani pemerintah provinsi sangat terbatas sehingga masih membutuhkan anggaran dari pusat.

Dia mengatakan jembatan yang dibangun itersebut, masing-masing memiliki panjang yang bervariasi dari 12 hingga 20 meter. “Memang alokasinya tidak sampai belasan atau puluhan jembatan yang dibangun, meskipun banyak yang membutuhkan karena input anggaran kami sangat terbatas,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jembatan maupun jalan, sangat tergantung pada dukungan anggaran, salah satunya melalui dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Kita di NTT DAK-nya masih kecil, tiap tahun bervariasi, ada yang Rp15 miliar, ada yang bisa sampai Rp70 miliar dalam beberapa tahun terkahir ini,” imbuhnya.

Koreh menambahkan, jembatan-jembatan yang dibangun itu untuk memperlancar akses masyarakat, selain itu juga untuk mendukung pengembangan lokasi-lokasi wisata yang ada di setiap kabupaten.

Menurutnya, meskipun pembangunan jembatan tidak secara khusus untuk destinasi wisata, namun menjadi penghubung akses jalur-jalur jalan yang dibagi sesuai wewenang pemerintah dari kabupaten hingga pusat.

“Pembangunan jalan dan jembatan itu juga tergantung pada porsi kewenangan, ada jembatan yang ada di jalur jalan nasional, kabupaten, hingga jalan lingkungan,” tutupnya.

Komentar