Dispar NTT Dorong Layanan Kapal Cepat Labuan Bajo-Sumba

285
Penulis: Frans Gulat/ant
Editor: agus eko
ilustrasi Kapal Expres Bahari
Share :

KUPANG-Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus mendorong layanan kapal cepat yang menghubungkan daerah wisata Labuan Bajo, Pulau Flores dengan kota-kota di Pulau Sumba.

“Terutama kami mendorong pihak swasta agar bisa mengadakan layanan kapal cepat dari Labuan Bajo menuju Waingapu atau Tambolaka di Pulau Sumba untuk membuka konektivitas pariwisata,” kata Kepala Dinas Dispar Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu kepada Antara di Kupang, Jumat (31/8).

Menurutnya, banyak masukan dari wisatawan agar pemerintah bisa membuka konektivitas laut maupun udara untuk menghubungkan Labuan Bajo dengan Pulau Sumba yang merupakan salah satu pulau terindah di dunia.

Marius mengatakan wisatawan yang masuk melalui Labuan Bajo dan selanjutnya ke Pulau Sumba, mengalami kesulitan transportasi karena harus melalui penerbangan menuju Kupang kemudian ke Pulau Sumba.

“Jadi mereka harus memutar lebih jauh, untuk itu kenapa pentingnya kami mendorong ada layanan kapal cepat ini. Kan dekat sekali dari Labuan Bajo ke Tambolaka, Sumba Barat Daya, saya kira kalau kapal cepat hanya satu jam sudah bisa sampai,” katanya.

Marius menjelaskan, saat ini kecenderungan minat wisatawan yang datang ke Nusa Tenggara Timur yang pertama ke Labuan Bajo dan selanjutnya ke Pulau Sumba.

Banyak branding pariwisata Pulau Sumba yang memiliki nilai jual tinggi untuk menarik wisatawan seperti kuda sandelwood, tenun ikat, resort terbaik dunia di Nihiwatu, serta Sumba sebagai pulau terindah di dunia.

“Dari kajian juga menunjukkan bahwa minat wisatawan setelah berkunjung ke Labuan Bajo yaitu ke Pulau Sumba, jadi menggeser minat kunjungan yang sebelumnya ke Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores,” jelasnya.

Dia mengatakan untuk itu Labuan Bajo dengan Pulau Sumba meski terhubung dengan baik karena sama-sama sebagai daerah wisata unggulan.

Marius menambahkan selain mendorong kehadiran kapal cepat, juga pembukaan layanan penerbangan langsung yang menghubungkan ke dua daerah itu.

“Untuk penerbangan memang persiapannya lebih lama, sehingga kami mendorong pihak ketiga membuka layanan kapal cepat. Kalau ini dibuka maka arus wisatawan ke Pulau Sumba tentu menggeliat dengan sendirinya,” demikian Marius.

Komentar