Rapat Tahunan IMF-WB, Kerek Ekonomi Bali Tumbuh 6,54%

4
Penulis: lita rafael
Editor: agus eko
Share :

BALI-Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan petemuan Tahun International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group 2018 di Nusa Dua Badung, 8-14 Oktober memberikan dampak positif bagi perekonomian di Bali. Pertumbuhan ekonomi di pulau Dewata ini diperkirakan terkerek naik menjadi 6,54% atau lebih tinggi dari pertumuhan ekonomi nasional.

“Hasil studi dari Bappenas dengan jumlah peserta IMF-WB yang kita hitung 19.000 orang, maka asumsi pertumbuhan ekonomi di Bali 0,64% tambahannya. Dan berarti menjadi 6,54% dan itu lebih tinggi pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Menko Luhut usai memimpin rapat persiapan terakhir pertemuan tahunan IMF-World Bank (WB) di Nusa Dua, Bali pada hari Kamis (4/10).

Dia menjelaskan masyarakat Bali dapat menikmati pertumbuhan ekonomi di atas angka pertumbuhan nasional. “Akibat dari itu, penciptaan lapangan kerja 32.700,” lanjut Luhut.

Dia mengatakan, dampak langsung dari event tersebut yang menambah jumlah lapangan kerja di Bali. “Penerimaan Bali akan ada Rp 1,5 triliun dengan asumsi 19.000 tadi,” beber Luhut.

Bahkan Luhut menegaskan, proyeksi tersebut bisa terlampaui pada kenyataanya nanti, mengingat asumsi awal peserta yang hanya 19.000 orang.

Menurutnya, jumlah perkiraan penerimaan dari delegasi yang hadir jelas akan bertambah. “Asumsi awal 19 ribu yang akan datang, ternyata yang akan datang 32.000, maka itu akan berubah. Mestinya pertumbuhan ekonomi Bali akan lebih tinggi,” kata Menko Luhut.

Selain itu, event tahunan IMF-WB merupakan ajang Indonesia untuk mempromosikan pariwisata. “Kita bikin 33 tourist destination di sini. Ada yang mulai register ke Labuan Bajo dan Lombok,” terang Menko Luhut kepada para peserta rapat.

Hadir dalam Rapat Koordinasi Akhir Pelaksanaan Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 tersebut adalah Lembaga/Kementerian terkait di tingkat pusat dan daerah. Mereka mewakili Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kemensesneg, Kemenlu, Kemenkumham, BMKG, TNI, Paspampres, Pangdam IX/Udayana, Badan Intelijen Strategis TNI, Badan Intelijen Negara, BEKRAF, OJK, LPS, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan Kepolisian Daerah Bali. Selain itu, hadir pula peserta undangan lainnya seperti operator telepon seluler dan manajemen hotel terkait.

Komentar