Tinjau Operasional PLTMG MPP di Labuan Bajo, Arcandra: HSD Akan Segera Diganti Gas

38
Penulis: frans gulat
Editor: lita rafael
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar
Share :

LABUAN BAJO-Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengecek operasional Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Flores 20 MW yang berlokasi di Desa Boleng, Kec.Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

PLTMG MPP Flores yang beroperasi sejak 3 Juli 2018 lalu ini menjadi salah satu pembangkit yang menunjang sistem kelistrikan di Pulau Flores.

“Secara sistem juga telah ter-interkoneksi dengan PLTP Ulumbu 4 x 2,5 MW yang telah lebih dulu beroperasi,” ujar Arcandra saat melanjutkan kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/1).

Saat ini jelasnya, operasional PLTMG MPP Flores masih menggunakan high speed diesel (HSD) sebagai sumber energi utamanya. HSD merupakan bahan bakar minyak jenis solar yang memiliki angka cetane number 45, jenis BBM ini umumnya diperuntukan untuk mesin industri.

Kedepannya, Arcandra meminta PLN agar bisa mengganti HSD dengan bahan bakar gas. Selain merupakan energi bersih, harga gas yang lebih murah juga dapat menekan biaya produksi listrik.

“Sekarang masih menggunakan HSD (high speed diesel), tapi April nanti diusahakan untuk diganti dengan gas. Gas juga kan lebih murah, dengan itu diharapkan biaya pokok produksi nanti bisa turun,” ujar Arcandra.

Dalam kunjungannya ini, Arcandra juga ingin memastikan bahwa kondisi sistem kelistrikan PLN di wilayah NTT, khususnya di Manggarai Barat dan Labuan Bajo dalam kondisi aman.

“Secara operasional, tadi saya dapat laporan kondisi kelistrikan di NTT, khususnya Labuan Bajo dan Manggarai Barat dalam kondisi aman. Ada reserve margin di atas 20%, ini secara keseluruhan sangat baik sekali,” ujar Arcandra.

PLTMG MPP Flores merupakan pembangkit yang pembangunannya diresmikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Oktober 2017 lalu bersamaan dengan beberapa pembangkit lainnya di NTT yakni PLTMG Maumere dan PLTMG Kupang Peaker.

“PLTMG MPP Flores ini merupakan pembangkit yang lahir terlebih dahulu, termasuk salah satu yang tercepat (beroperasi),” kata Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusra, Djoko R Abu Manan di kesempatan yang sama.

Arcandra juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun dapat memperluas akses listrik kepada masyarakat, dan dengan harga yang terjangkau.

Pemerintah bersama dengan PLN menargetkan pada 2019, seluruh kabupaten di Pulau Flores dapat menikmati pelayanan listrik dari keberadaan jaringan transmisi yang terhubung secara interkoneksi.
Selain itu, perluasan jaringan transmisi tegangan menengah ke desa-desa yang belum berlistrik juga terus dipercepat melalui program Listrik Desa (Lissa).
Sehingga, rasio elektrifikasi NTT yang masih di angka 61,90% dapat terus ditingkatkan. Target pemerintah, pada tahun 2019, secara nasional rasio elektrifikasi mencapai angka 99%.

Komentar