Ditawarkan Kepada Investor, Pengembangan Bandara Komodo Dibagi Dalam 3 Tahap

83
Penulis: galuh puspitasari
Editor: agus eko
Share :

SINGAPURA-Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura dengan tema “Beyond Boundaries: Indonesia As a Global PPP Investment Destination” untuk menjaring lebih banyak investor.

Dalam acara “PPP Day” ini, lebih dari 100 investor dan lembaga keuangan internasional hadir. Hal itu memperlihatkan ketertarikan investor dan lembaga keuangan internasional terhadap berbagai proyek PPP di Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menawarkan beberapa pilot project Kementerian Perhubungan baik dari sektor darat, laut, udara maupun perkeretaapian.

Dalam pertemuan “PPP Day” yang diadakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kerjasama dengan World Bank, Kedutaan Kanada dan Financial Times di Singapura, Selasa (15/1) Menhub menjelaskan saat ini telah ada dua proyek PPP/Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Kemenhub yang sudah memasuki fase lelang.

“Ada dua proyek PPP yang saat ini sudah memasuki tahap lelang yaitu kereta api Makassar Pare-Pare dan Bandara Udara (Komodo) Labuan Bajo,” ujar Menhub Budi.

Proyek Bandara Komodo terletak di kota Labuan Bajo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat ini, Bandara Komodo dioperasikan oleh Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU).

“Untuk meningkatkan layanan penumpang dari sebelumnya 150 ribu penumpang per tahun ke perkiraan lebih dari 2,2 juta penumpang per tahun pada tahun 2025 maka pengembangan Bandara Komodo harus dilakukan,” jelasnya.

Menhub menjelaskan, pengembangan Bandara Komodo akan dibagi menjadi 3 tahap yakni: Tahap I: 2020-2029; Tahap II: 2030-2039 dan Tahap III: 2040-2044).

Proyek pengembangan Bandara Komodo ini meliputi, perpanjangan/perluasan landasan pacu pada 2028, perluasan gedung terminal penumpang domestik pada tahun 2040, pengerjaan landasan pacu dan taxiway pada 2028, pembangunan gedung terminal penumpang internasional pada 2031, pembangunan terminal kargo pada 2030, perluasan apron pada 2026 dan 2031, perluasan area parkir kendaraan pada 2024 dan pengembangan fasilitas lainnya.

Sementara itu, proyek Kereta Api Makassar-Parepare adalah bagian dari jaringan kereta api di pulau Sulawesi yang akan dibangun dengan panjang 142 KM dari Makassar ke Parepare.

Jalur kereta api dibagi menjadi 6 (enam) segmen yang terdiri dari segmen A (22.8 Km track dari Parepare ke Makassar), segmen B (27 Km track dari ujung segmen A hingga Makassar), segmen C (trek 16,1 Km dari ujung segmen B menuju Makassar), segmen D (64 Km dari ujung segmen C ke Makassar), segmen E (12,1 Km berakhir di Makassar), dan segmen F (trek samping terhubung ke Bosowa dan Tonasa Cement Plants).

Lebih lanjut Menhub mengatakan pemerintah telah memberikan dukungan terhadap kedua proyek PPP tersebut.

“Kami juga transparan dalam melaksanakan proses lelang PPP, kepada semua stakeholder baik BUMN, perusahaan swasta lokal maupun badan usaha asing,” terang Menhub Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub mengundang para investor yang hadir untuk melihat langsung peluang pembangunan proyek-proyek tersebut di Indonesia.

Adapun pertemuan PPP Day ini bertujuan mengundang badan multilateral, investor institusional serta swasta untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BAPPENAS Bambang Brojonegoro, Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara, serta Director Singapore Infrastructure World Bank Jhoti Sukhla.

Komentar