Tahun 2018, Realisasi PNBP Balai TN Komodo Sebesar Rp 33,16 Miliar

23
Penulis: frans gulat
Editor: lita rafael
Share :

JAKARTA-Realisasi setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor oleh Balai TN Komodo kepada kas negara terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), realisasi PNBP hingga akhir tahun 2018 mencapai sebesar Rp 33,16 Miliar. Angka ini terus melonjak naik dibanding tahun sebelumnya.

“Dengan tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 150.000,- dan wisatawan nusantara sebesar Rp 5.000, berdasarkan PP 12 tahun 2014 tentang PNBP maka penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN Komodo kepada kas negara juga meningkat,” ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno.

Menurutnya, penerimaan negara itu diperoleh dari hasil pembelian tiket wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo maupun tiket treking, berselancar, dan menyelam.

Sebagai salah satu kawasan wisata yang sangat terkenal di mancanegara, jumlah pengunjung TN Komodo terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 80.626 pengunjung, kemudian meningkat menjadi 95.410 pengunjung di tahun 2015, dan di tahun 2016 sebanyak 107.711 pengunjung.

Sementara itu dua tahun terakhir yaitu tahun 2017, tercatat sebanyak 125.069 pengunjung, dan 159.217 pengunjung di tahun 2018.

Dampak dari kenaikan pengunjung itupun, nilai pendapatan berupa PNBP terkerek naik. Dari data yang ada, pada tahun 2014 lalu, jumlah setoran PNBP sebanyak Rp 5,4 Miliar. Dan pada tahun 2015, jumlahnya meningkat menjadi Rp 19,20 Miliar.

Sementara pada tahun 2016, setoran PNBP Balai Taman Nasional Komodo sebesar Rp 22,80 Miliar dan pada tahun 2017 jumlah setoran PNBP mecapau Rp 29,10 Miliar.

“Dan hingga akhirnya tercapai sebesar Rp 33,16 Miliar di tahun 2018,” terangnya.

Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah di sekitarnya. Selain Komodo, saat ini terdapat 42 dive and snorkeling spot yang juga menjadi daya tarik bagi para wisatawa.

“Apabila pemerintah merencanakan penutupan sementara terhadap sebagian kawasan atau keseluruhan maka akan dilakukan secara terencana, dengan memberikan tenggang waktu yang cukup, sehubungan dampak sosial ekonomi yang sangat besar,” terang Wiratno.

Saat ini masyarakat banyak terlibat sebagai penyedia jasa wisata, antara lain, tour operator yang mengoperasikan 157 kapal wisata, keterlibatan 94 guide dari masyarakat lokal, tingkat hunian 1.136 kamar hotel, lahirnya 4 hotel berbintang.

Rantai ekonomi tersebut berpengaruh pada penghidupan 4.556 jiwa masyarakat yang tersebar di Desa Komodo (1.725 jiwa), Desa Papagaran (1.252 jiwa), dan Desa Pasir Panjang (1.579 jiwa), khususnya masyarakat dari Desa Komodo yang sebagian besar terlibat dalam kegiatan wisata.

Komentar