Menpar Berikan Hadiah Pemenang Starup WSA 2019 di Atas Pinisi di Labuan Bajo

19
Penulis: frans gulat
Editor: agus eko
Share :

LABUAN BAJO-Berbeda dari acara tahun sebelumnya, penyelenggaraan Wonderful Startup Academy (WSA) tahun ini cukup istimewa karena acara penyerahan hadiap kepada para pemenang startup WSA 2019 akan berlangsung di atas kapal Pinisi yang sedang berlabuh di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (26/3/2019).

Acara yang digelar dalam Demo Day WSA 2019 tersebut dihadiri Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang pada kesempatan itu akan menyerahkan hadiah kepada TOP 3 Startup WSA 2019.

Demo Day merupakan acara final WSA sebagai program inkubasi yang telah diselenggarakan sejak Januari hingga Maret 2019. Dalam kegiatan Demo Day tersebut, para peserta yang masuk dalam TOP 10 WSA masing-masing akan mempresentasikan pitch deck di hadapan para juri.

Sementara itu Demo Day WSA 2019 itu sendiri merupakan kegiatan dari Nomadic Coworking dan menjadi attraction Nomadic Tourism Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata.

Kesepuluh startup yang hadir pada Demo Day WSA 2019 yakni; Adventurigo (Bogor), Ayorec (Jakarta), Bobobox (Bandung), Mountable (Jakarta), Mowiee (Medan), TravelBuddy (Jakarta), Traveloby (Lombok), Tripal (Jakarta), Wisata Sekolah (Tangerang Selatan), Zendmoney (Jakarta).

Ketua Tim Percepatan Pengembangan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar yang juga sebagai Dekan Wonderful Startup Academy Hiramsyah S. Thaib menjelaskan, Tim juri WSA 2019 yang terdiri dari berbagai stake holder di antaranya Kemenpar, ICSB Indonesia, Telkom Indonesia, dan sejumlah venture capital akan memilih Top 3 starup terbaik.

“Menpar Arief Yahya dijadwalkan akan memberikan paparan sekaligus memberikan hadiah kepada Top3 Startup WSA 2019,” katanya.

Hiramsyah mengatakan, pemilihan Top3 WSA 2019 berdasarkan beberapa kreteria antara lain; penilaian antara lain meliputi, customer (market size), competitive analysis, business opportunities, dan future development plan.

“Untuk mampu scale up, startup harus punya komitmen yang tinggi dan tahan banting,” pesannya.

Tahun ini jumlah pendaftar WSA batch II meningkat lebih dari 70% yaitu sebanyak 309 startup dari sebelumnya 180 startup pada batch I. Dari 309 startup tersebut berhasil terpilih 30 startup terbaik setelah melewati tahapan customer validation 30 startup. Dari 30 calon tersebut kemudian diseleksi kembali menjadi Top 10 startup.

Kesepuluh Startup terbaik ini telah mendapatkan materi terkait business mindset yang terdiri dari sub topik seputar validasi pelanggan, produk, dan hingga marketing dan penjualan serta investment mindset, yang berisi materi seputar investasi. Selain itu peserta startup juga akan mendapat fasilitas coaching dan mentoring dari para expert sesuai bidangnya masing-masing.

Seperti diketahui WSA merupakan program inkubasi startup pertama di bidang pariwisata di Indonesia, yang merupakan hasil kerja sama Kemenpar Pariwisata, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta International Council for Small Business (ICSB) Indonesia. Kegiatan ini merupakan kelanjutan yang batch pertama yang telah diselenggarakan pada tahun 2017.

Dalam penyelenggaraannya WSA batch II mendapat dukungan penuh dari Telkom Indonesia, Google, Bank BNI, Bank BRI, dan Panorama. Selain itu, program ini juga turut didukung oleh Mdigi, Kolega, Global Compact Network Indonesia, Marketeers, IMA, ICSME, Blibli, Indigo Creative Nation, Goers, serta The 101 Hotels & Resort.

Tripinc Indonesia

Semenara itu dalam acara Nomadic Coworking (Nomadic Bajo) yang digelar Kemenpar tersebut diikutsertakan beberapa komponen yang dapat mengangkat pariwisata bagi kaum muda di antaranya program Famtrip bersama Tripinc Indonesia dengan mengajak 10 influencer muda yang kelak dapat membagikannya ke para pengikutnya di jagat maya melalui program seru dan fun nomadic tourism. Selain itu pesan tersebut diharapkan bisa bergerak viral hingga mengundang pula minat para wisatawan muda mancanegara untuk mau datang dan mengeksplorasi eksotisme Indonesia.

Tripinc Indonesia didirikan pada 2011 silam dengan tujuan mengajak dan memperkenalkan secara mendalam beragam destinasi eksotis di penjuru negeri yang ditujukan kepada masyarakat terutama kaum muda. Tripinc Indonesia sebagai sebuah travel concierge berbasis platform menawarkan jasa travel planner yang fun sekaligus profesional dan bisa disesuaikan dengan keinginan juga minat para konsumennya.

Apa yang dilakukan oleh Tripinc Indonesia selama ini sejalan dengan strategi ‘Nomadic Tourism’ (glamping, homepod, caravan) yang tengah digencarkan pemerintah (Kemenpar) sejak 2018 lalu. Gaya berwisata tersebut dapat memperkenalkan destinasi-destinasi yang berbeda dengan bantuan kemajuan teknologi informasi atau digital. Aneka obyek yang indah tersebut akan mudah diperkenalkan secara luas hingga kancah global.

Komentar