Kadis PK Matim Larang Pungli Kepada Peserta UNBK

28
Penulis: flori edi
Editor: agus eko
Share :

BORONG-Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Manggarai Timur (Matim)- NTT, Drs. Basilius Teto, mengimbau kepada seluruh perwakilan para kepala sekolah TK, SD, dan SMP, se-Kabupaten Manggarai Timur (KMT) untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) kepada siswa siswi dalam bentuk apapun, terlebih khusus kepada peserta UNBK tahun 2019 dan tahun yang akan datang.

Hal ini disampaikannya pada saat kegiatan penguatan kapasitas para kepala sekolah oleh dinas PK Matim, di aula Kopdit AMT, Borong, Manggarai Timur, NTT, Selasa (2/4/2019) .

Hal ini juga dipertegas, lantaran beberapa sekolah di Manggarai Timur diduga ada indikasi pemungutan sesuatu kepada peserta UNBK, sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi kembali di tahun berikutnya.

Dalam sambutannya, Kadis yang belum lama dilantik itu mengatakan, para kepala sekolah merupakan ujung tombak keberhasilan sekolah. Untuk itu lanjut Kadis PK Matim itu, harga diri lembaga mesti di jaga, dan wibawa pemerintah harus di pelihara.

“Saya tidak boleh dengar ada pungutan liar. Saya minta para guru dan kepala sekolah yang menjadi ujung tombak dunia pendidikan di lapangan, untuk menjaga integritas pribadi dan lembaga. Jangan buat aneh aneh. Jangan pungut sesuatu yang tidak perlu kepada siswa ataupun orang tua siswa. Dan bila hal itu terjadi, mohon dikaji dengan baik dan harus menjadi kesepakatan semua pihak, agar tidak terjadi soal dikemudian hari” Kata kadis Teto.

Diakhir sambutannya, Kadis yang dikenal santun itu meminta, semua elemen dunia pendidikan di Matim untuk bekerja sama dan saling mendukung, agar bisa mengalami perubahan peningkatan dari yang ada sekarang.

“Saya minta kita kerjasama agar semua yang kita kerjakan dapat terwujud sesuai harapan dan tepat waktu. Tolong saling menolong. Saling menghargai, dan saling tukar saran pendapat agar terjalinnya harmonisasi kerja diantara kita. Kalau saya keliru, mohon diingatkan, sebab saya juga manusia biasa” ungkap kadis Teto, dengan nada sedikit lembut.

Komentar